Polisi Pantau 3 Tempat yang Diduga Lokasi Prostitusi

Polisi saat melakukan pemantauan
Polisi saat melakukan pemantauan

Klikwarta.com, Rejang Lebong - Jajaran Polres Rejang Lebong yaitu Sat Binmas dan Polsek Curup, Kamis kemarin (7/2) memantau tiga lokasi yang diduga lokasi prostitusi terselubung di Kota Curup. Tiga lokasi yang diduga lokasi prostitusi terselubung tersebut ada di Kecamatan Curup Timur.

Dijelaskan Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK melalui Kapolsek Curup, Iptu Untoro SH tiga lokasi yang diduga lokasi prostitusi terselubung tersebut satu titik di Kelurahan Sukaraja yaitu di kawasan TPU Sukaraja dan dua titik di Desa Air Meles Bawah. “Hari ini ada tiga titik lokasi yang diduga lokasi prostitusi terselubung yang kita datangi,” sampai Iptu Untoro.

Hanya saja menurut Iptu Untoro dari tiga lokasi yang mereka datangi tersebut, mereka tidak menemukan adanya aktivitas yang diduga aktivitas prostitusi. Meskipun saat mereka datangi mereka kondisi di lokasi sepi, namun pihaknya menduga masih ada kegiatan prostitusi di kawasan tersebut, sehingga pemilik tempat tersebut mereka beri peringatan untuk tidak melakukan kegiatan terlarangnya. 

“Belum ada tindakan yang kita lakukan, namun kita sudah ingatkan pemiliknya untuk menutup kegiatannya, kalau masih, maka akan kita berikan tindakan tegas,” tegas Kapolsek.

Untuk memastikan bahwa ketiga lokasi tersebut benar-benar bebas dari kegiatan prostitusi, pihaknya akan melakukan patroli rutin ketiga lokasi tersebut, karena berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat bahwa kawasan tersebut ramai saat sore hingga malam hari. Sementara itu, khusus untuk lokasi yang ada di dekat TPU Sukaraja, saat didatangi pihaknya menemukan pemilik dan satu orang perempuan yang diduga PSK, namun pihaknya tidak bisa melakukan tindakan sama sekali, karena saat didatangi pemilik dan perempuan tersebut berada diluar rumah.

Tak hanya sampai disitu, Kapolsek juga mengaku pihaknya juga melakukan pemantauan di dalam rumah, ternyata di dalam rumah ada tiga kamar yang diduga kamar remang-remang yang diduga kerap digunakan untuk kegiatan prostitusi.

“Setelah kita mintai keterangan pemiliknya, ternyata dia mengaku bahwa mendapat komisi Rp 50 ribu dari setiap yang menggunakan kamar,” terang Kapolsek. Meskipun pemilik mengaku mendapat komisi, namun pihaknya belum melakukan tindakan, hanya saja mereka mengingatkan pemiliknya untuk menutup lokasi tersebut.

Di sisi lain, Kapolsek mengungkapkan tindakan mereka memantau lokasi yang diduga prostitusi terselubung tersebut berkat adanya keluhan masyarakat terutama dimedia sosial terkait keresahan warga khususnya dikawasan Kelurahan Sukaraja. Menindak lanjuti keluhan masyarakat yang viral disalah satu grup media sosial di Kota Curup. “Kami menyampaikan apresiasi atas kelurahan yang disampaikan masyarakat, kami berharap masyarakat terus menyampaikan informasi kepada kami sehingga kami bisa melakukan tindakan,” demikian Kapolsek. (tribratanewsbengkulu.com)

Related News