Suami Aniaya Istri Hingga Patah Tangan, Polres Kaur Tetapkan Tersangka Jadi DPO

Kamis, 27/02/2020 - 20:36
SM saat menunjukan lengannya yang patah akibat dianiaya suaminya
SM saat menunjukan lengannya yang patah akibat dianiaya suaminya

Waspada Corona

Klikwarta.com, Kaur - Hingga patah tangan dan memar akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dialami Korban SM (21) warga Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, pihak Polres Kaur telah menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka inisial AAP (21) yang merupakan suami korban yang berasal dari Desa Talang Tais, kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur.

Media Klikwarta.com menyambangi Rumah Korban Kamis (27/2/2020). SM menceritakan, bahwa tersangka sudah pernah melakukan penganiayaan dengan kekerasan fisik.

"Waktu itu tepatnya di bulan Agustus 2019 hingga membuat surat perjanjian tidak akan mengulangi kekerasan fisik (menyakiti Jasmani dan Rohani), namun hal itu diulanginya lagi", ujar SM, Kamis (27/03/2020).

Bahkan dalam kejadian ini, tutur SM, dirinya dianiaya tepatnya di Jembatan Padang Guci, Kecamatan Tanjung Kemuning pada hari Senin (10/02/2020) yang lalu hingga tangan kirinya patah serta badannya banyak memar dan biru-biru.

Selanjutnya, SM pada Hari Selasa Tanggal (12/02/2020) didampingi keluarga melapor kasus KDRT ini ke polres Kaur sebagaimana Laporan Polisi Nomor:LP/94-B/II/2020/Bengkulu/Res Kaur. 

Kapolres Kaur AKBP Puji Prayitno, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim Iptu Ahmad Khairuman SE, M.Si, mengatakan setelah ada laporan korban, petugas mendatangi rumah orang tua tersangka di Desa Talang Tais Kecamatan Kelam Tengah dan menurut Kepala Desa yang bersangkutan sudah tidak ada lagi di tempat, maka secara resmi pada Tanggal 25 Februari kemarin tersangka inisial AAP (21) ditetapkan DPO, dengan Nomor: DPO/02/II/2020/RESKRIM.

"Kami akan buru dan terus mencari tersangka sampai dapat, karena korban (SM) yang tidak lain istrinya sendiri mengalami memar dan biru-biru serta patah tangan bagian kiri", kata Kasat Reskrim.

“Kepada pihak keluarga serta tersangka sendiri kami berharap pro aktif dalam penyelesaian kasus tersebut dan agar segera menyerahkan diri secara baik, kami tidak tinggal diam untuk pencarian tersangka,” Imbau Kasat Reskrim.

Selanjutnya tersangka akan dikenakan UU pidana kekerasan dalam rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 UU RI no 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Terpisah, Tina yang merupakan kakak kandung korban, sangat mengutuk keras atas tindakan pelaku. "Hingga membuat adik saya patah tangan di bagian kiri. Kalau tidak ada rasa cinta lagi, lebih baik dipulangkan ke kami. Kami berharap, pelaku secepatnya menyerahkan diri, dan pihak aparat untuk menjatuhi hukuman yang seberat-beratnya", tutup Tina dengan nada kesal dan kecewa.

(Pewarta : Sulaiman)

B

Related News

Loading...
loading...