Tasyakuran Hari Koperasi ke 73, Begini Harapan Walikota Blitar

Senin, 13/07/2020 - 17:51
Walikota Santoso Ketika Memberikan Sambutan di Acara Tasyakuran Hari Koperasi ke 73 (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Walikota Santoso Ketika Memberikan Sambutan di Acara Tasyakuran Hari Koperasi ke 73 (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com | Kota Blitar - Walikota Blitar Santoso menghadiri tasyakuran Hari Koperasi ke 73 di Balaikota Koesomo Wicitra, Senin (13/07/2020). Di acara itu, ia berharap Koperasi di kota Blitar mampu mengembangkan ide dan inovasinya mengelola perkoperasian disaat masa sulit pandemi Covid-19.

"Bagaimana ditengah pandemi Covid-19 ini, Koperasi selalu mengembangkan ide kreativitas dan inovasinya, sehingga tidak selalu virus Korona itu menjadi musibah, tapi bagaimana memacu kepada seluruh insan perkoperasian bisa bangkit dari ketertidurannya," kata Walikota Santoso kepada Wartawan seusai acara. 

Walikota Santoso mengakui selama masa pandemi Covid-19 kini, peran Koperasi untuk berkontribusi bagi masyarakat dalam hal pelayanan keuangan untuk modal sebuah usaha maupun kebutuhan kehidupan sehari-hari menjadi cukup terganggu.

Itu disebabkan, keberadaan fungsi koperasi ternyata ikut terdampak oleh sektor lain lantaran wabah Covid-19.

"Ada beberapa modal usaha yang memang sudah digulirkan ya. Tapi selama masa Covid ini karena hampir mayoritas UMKM dan pelaku koperasi adalah terdampak. Sehingga mengalami kendala dan perputaran modal tidak lancar. Oleh karena itulah diharapkan ada kreativitas baru, contohnya lebih mengembangkan pemasaran produk hasil binaan koperasi ini menggunakan medos. Sehingga bisa menutup pengurangan pendapatan di musim Covid," terangnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, lanjut Santoso, merencanakan melakukan pemberian modal kepada insan perkoperasian dan pelaku-pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menunjang kecepatan kebangkitan melakukan aktivitasnya. 

"Karena kita harus memahami mulai bulan Maret sampai sekarang ini mereka memang tidak bisa menjalankan aktivitasnya. Karena modal terbatas dan daya beli masyarakat rendah," ungkapnya.

(Pewarta : Faisal NR / Adv)

Related News

Loading...

pers

loading...