Tertarik Pengembangan Unit Usaha Es Kristal, DPRD Pekalongan dan PDAM Tirtayasa Kunjungi PUDAM Tirta Lawu

Senin, 20/06/2022 - 17:47
Kunjungan rombongan DPRD Pekalongan dan PDAM Tirtayasa ke PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Senin (20/6/2022).

Kunjungan rombongan DPRD Pekalongan dan PDAM Tirtayasa ke PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Senin (20/6/2022).

Klikwarta.com, Karanganyar - Pengembangan unit usaha produksi es kristal PUDAM Tirta Lawu Karanganyar kian dilirik oleh daerah lain. 

Setelah kunjungan Pemkab Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan PDAM Tirta Sembada beberapa waktu lalu. Kali ini, PUDAM Tirta Lawu giliran menerima kunjungan kerja dari DPRD Kota Pekalongan dan PDAM Tirtayasa pada Senin (20/6/2022). 

Untuk tujuan yang sama, kunjungan kerja tersebut adalah guna melihat secara langsung proses produksi serta mempelajari lebih jauh mengenai tara kelola unit usaha es kristal PUDAM Tirta Lawu.

Wakil Ketua DPRD Pekalongan, Edy Supriyanto, mengatakan  pengembangan unit usaha es kristal yang digarap PUDAM Tirta Lawu merupakan sebuah terobosan atau inovasi yang pertama di Indonesia dan  diharapkan menjadi motivasi bagi PDAM yang lain. 

"Kami bisa belajar secara langsung bagaimana berinvestasi dan berinovasi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Disamping memaksimalkan program pelayanan kebutuhan air bersih yang prima untuk masyarakat, target dari PDAM Tirtayasa Kota Pekalongan adalah ingin berinovasi seperti PUDAM Tirta Lawu," ungkapnya. 

Ia menambahkan, terkait  pembentukan atau pengadaan unit usaha es kristal bagi PDAM Tirtayasa akan dipertimbangkan lebih lanjut.

"Kebutuhan masyarakat akan air bersih di Pekalongan tentu saja berbeda dengan Karanganyar. Karenanya, lebih lanjut perlu kami diskusikan terlebih dahulu dengan pihak - pihak terkait, sebelum nantinya unit usaha es kristal ini akan  diterapkan di PDAM Tirtayasa," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PDAM Tirtayasa Kota Pekalongan, Muhammad Iqbal, mengatakan bagi pihaknya kunjungan kerja di PUDAM Tirta Lawu ini sangat menambah wawasan tentang pentingnya inovasi bisnis, termasuk untuk stabilitas perekonomian dengan meningkatkan pendapatan PDAM itu sendiri.

"PDAM juga harus mulai menciptakan inovasi bisnis seperti pengembangan unit usaha es kristal ini. Saya kira masyarakat juga akan mengerti, karena selain dituntut untuk melayani ketersediaan air bersih, dari sisi bisnis PDAM juga harus bisa mencukupi kebutuhan perusahaan dengan meningkatkan pendapatan," ujarnya.

Iqbal berharap, keinginan PDAM Tirtayasa untuk perluasan unit usaha tersebut  nantinya mendapatkan dukungan dari Pemkot Pekalongan maupun stakeholder yang ada.

"Sehingga PDAM Tirtayasa juga bisa ikut memproduksi es kristal sebagai perluasan unit usaha. Sejauh ini, inovasi yang telah kami lakukan masih sebatas pelayanan masyarakat secara umum. Selain melakukan pelayanan maintenance secara periodik, kami bekerjasama dengan perbankan untuk mempermudah pembayaran air PDAM secara online," paparnya.

Dia mengatakan, minimnya mata air atau sumber air baku juga menjadi kendala, sehingga selama ini pihaknya masih mengandalkan sumber air bawah tanah. Belum lagi dampak banjir rob yang melanda Kota Pekalongan beberapa waktu lalu, hal itu juga menjadi tantangan bagi PDAM Tirtayasa dalam memenuhi ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

"Namun pada intinya, diluar kendala yang ada, PDAM Tirtayasa sangat tertarik sekali untuk mengadopsi pengembangan unit usaha es kristal seperti yang telah dikelola PUDAM Tirta Lawu.
Kami akan coba soundingkan kepada stakeholder yang ada. Karena bagaimanapun juga kami tidak bisa berjalan sendiri dan tetap butuh dukungan atau support baik dari eksekutif maupun legislatif," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama  PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Prihanto, mengatakan produksi es kristal membutuhkan modal yang relatif terjangkau.

Menurut perhitungannya, Break Even Poin (BEP) atau balik modal dicapai tak sampai 3 tahun. Butuh modal Rp 1 miliar lebih Rp25 juta, dimana  penghitungan titik impasnya adalah setelah bulan ke-32. 

"Produksi es kristal PUDAM Tirta Lawu sudah berlangsung sejak Februari 2022. Setelah mencapai BEP, keuntungan per bulan diperkirakan Rp66,2 juta. Saat ini sudah ada sebanyak 32 agen penjualan. Kami juga akan menambah satu lagi mesin produksi berkapasitas 5 ton per hari," terang Prihanto.

Sebagai informasi, saat ini PUDAM Tirta Lawu memiliki  dua mesin berkapasitas produksi satu ton dan lima ton es kristal per hari. Saat beroperasi, mesin produksi tersebut hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menghasilkan bongkahan es berrongga yang untuk selanjutnya siap dikemas lalu  dipasarkan. 

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait