Warem Maksiat Diratakan

Wawali Dedy Wahyudi saat memimpin razia Warem
Wawali Dedy Wahyudi saat memimpin razia Warem
Ndokagawa
Polda-SMSI Bengkulu.
Erlan Oktriandi
Polda Bengkulu

Klikwarta.com - Langkah Pemerintah Kota Bengkulu untuk mewujudkan Bengkulu religius dan bebas maksiat semakin nyata. Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi kembali memimpin “pembersihan” warung remang-remang (warem), Rabu malam 22.30 WIB. Sejumlah kawasan terduga maksiat dan bandel di dalam kota menjadi sasaran Wawali bersama Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Marjon.

Penertiban kali ini melibatkan banyak pihak seperti Polres Bengkulu, Kodim 0407 Kota Bengkulu, BNN kota Bengkulu, Satpol PP dan Perangkat Daerah Kota Bengkulu. Bahkan pihak Polres menerjunkan langsung tim reaksi cepat yang dikenal dengan tim Biawak.

Dikawasan Pantai Panjang, lebih dari 10 warem yang diperiksa. Ironisnya masih didapat warem yang menjual tuak dan minuman keras. Di warem Putri Day, Wawali bersama Satpol PP menemukan tuak sebanyak 1 dirigen berisi 50 liter dan 1 ember besar tuak siap saji. “Kita langsung buang disini ya, kita saksikan sama-sama,” kata Wawali. Barang bukti (BB) tersebut pun langsung ditumpahkan diteras depan warem.

Adegan lucu sempat terpantau tidak jauh dari lokasi ditemukannya BB tuak. Salah satu warem tampak terkunci dari luar, tetapi terlihat dari sela-sela bilik masih terlihat beberapa gelas miras yang masih terisi penuh. Membuat curiga petugas karena didekat gelas tersebut masih ada rokok yang menyala, satu unit handphone dan 2 helm. Petugas pun memanggil beberapa kali dari luar warem, namun tidak ada jawaban. Penasaran, petugas pun mendobrak pintu belakang.

“Ampun pak, ampun pak….,” ujar dua orang pria yang kedapatan bersembunyi disalah satu sudut warem.

Kedua orang ini pun didata oleh petugas gabungan satpol PP dan Polres Bengkulu. Mereka mengaku dikunci dari luar oleh pemilik warem. Diduga pemilik warem sudah mendapatkan “bocoran” informasi untuk penertiban. Para pria ini “slow respon” untuk melarikan diri karena sudah agak mabuk. Mereka pun pasrah dikunci dari luar. Akhirnya, kedua pria tadi pun dihimbau untuk segera pulang kerumah.

Wawali Dedy yang sudah mulai tampak geram pun akhirnya menegaskan kepada jajarannya agar Kamis (8/11) untuk segera merobohkan bangunan yang masih membandel. “Gak apa-apa ini bocor (penertiban,red) besok kita robohkan atau ratakan bangunan-bangunan maksiat ini, kita sudah peringati baik-baik tetapi masih juga yang tidak diindahkan. Ya sudah kita eksekusi saja,” katanya.

“Sudah sangat keterlaluan ini, masa’ jualan tuak sama kayak jual air mineral,” geramnya. Wawali pun masih sempat menegur sejumlah pemilik warem agar segera mengosongkan tempat usahanya.

Tim pun kemudian bertolak menuju kawasan warem di kawasan Lapangan Golf. Di Star Cafe, Wawali kembali memperingatkan pengelola cafe untuk segera menutup tempat usahanya. “Hari ini kita minta secara baik-baik agar semua isi cafe ini dibereskan, kita kasih tenggat waktu selama 1 minggu ya,” katanya.
tim bergerak menuju kawasan terminal Betungan. Lagi-lagi ditemukan tuak siap saji didalam ember besar tetapi tidak penuh. BB pun dibuang tanpa sisa. Kali ini, tim gabungan tidak mendapatkan siapa pun. Salah satu warem diduga ditinggal lari pemiliknya. Kondisi warung masih terbuka lampu kerlap-kerlip masih hidup, tetapi tidak ada orang.

“Kita akan terus melakukan penertiban seperti ini, kita harus tutup tempat-tempat maksiat untuk menurunkan kriminalitas. Terima kasih kepada Polres, Kodim, BNN Kota dan semuanya. Mohon untuk selalu mendukung ini,” tutup Wawali Dedy diujung kegiatan. (MC Kota)

Tags
Dibaca: 37 kali

Related News

mendes

 

prov