Penampilan salah satu peserta pada hari pertama pergelaran Festival SBI 2025, di Balaikota Surakarta, Jumat (9/5/2025) malam
Klikwarta.com, Surakarta - Tak kurang dari 21 delegasi seni dari sanggar dan komunitas tari yang berasal dari 11 kota di Tanah Air tampil memeriahkan perhelatan Festival Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2025.
Pergelaran akbar bertaraf nasional yang mengusung tema Manca Warna Puspita ini digelar selama dua hari pada Jumat hingga Sabtu (9-10/5/2025), di Balaikota Surakarta, Jawa Tengah.
Pembukaan acara secara resmi ditandai dengan pemukulan kenong oleh Ketua Pelaksana Festival SBI 2025 Aprizal Rizaldi Naim bersama Direktur SIPA Irawati KusumorasrI., Baruna Wasita Aji, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Surakarta Hery Mulyono, dan Imam Sukhan, dilanjutkan penyerahan cinderamata dari Angklung Wanita Sarinah Berkebaya sebagai perwakilan delegasi kepada Ketua Pelaksana SBI 2025 dan perwakilan Walikota Surakarta.
Festival SBI 2025 menyuguhkan beragam budaya Nusantara yang dikemas dalam berbagai karya seni spektakuler, mulai dari tari tradisional, seni teater visual, hingga kolaborasi musik dan busana etnik.
Rangkaian pertunjukan hari pertama panggung budaya Festival SBI 2025 diawali dengan penampilan Semarak Candrakirana Art Center Solo, disusul penampilan Rumah Kreatif Damar Art Banyuwangi, Srikandhi Catur Solo, Rumah Kreatif Damar Art Banyuwangi, Ariani Ballet School Solo, Komunitas Wanita Sarinah Berkebaya Jakarta, Sanggar OREK Solo, Sanggar Sarwi Retno Budaya Solo, Sanggar Sang Citra Budaya Solo, dan Malanca Dance Studio Yogyakarta. (*)
Ketua Pelaksana Festival SBI 2025, Naim Rizal, mengungkapkan bahwa tema Manca Warna Puspita dipilih tak hanya sekadar sebagai hiasan semantik, melainkan sebagai pernyataan simbolik, bahwa keberagaman budaya ialah kekuatan utama bangsa.
"Festival SBI 2025 hadir sebagai panggung yang meneguhkan jati diri Indonesia melalui bentuk sumber daya seni dari berbagai penjuru Nusantara," kata Naim.
Dia menambahkan, Festival SBI yang telah menginjak usia ke-12 ini diselenggarakan oleh Forum Pemuda Indonesia Kreatif bersama Semarak Candrakirana Art Center, dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surakarta, seluruh sanggar dan komunitas seni Indonesia, serta jaringan media partner nasional.
"Sinergi ini mencerminkan kolaborasi strategis antara komunitas, pemerintah, dan media dalam mendorong kemajuan budaya secara inklusif dan berkelanjutan. Pagelaran seni ini dirancang secara holistik sebagai wadah strategis untuk menggabungkan unsur seni, edukasi, dan potensi ekonomi dalam satu kesatuan acara yang meriah," ujarnya.
Selama dua hari berlangsung, Festival SBI 2025 juga diisi dengan lokakarya bertemakan Aromatic Experience in Culture serta pelatihan peracikan Eau De Toilette (EDT) dan peracikan liquid soap berkolaborasi dengan Rumah Atsiri Indonesia yang diikuti oleh sejumlah peserta.
Selain itu, Festival SBI 2025 juga menghadirkan Galeri Wastra Dwipantera serta Pasar Karya Nusantara sebagai ruang ekspresi dan apresiasi bagi kekayaan tekstil tradisional Indonesia.
Galeri Wastra Dwipantera berisikan pameran kain-kain autentik hasil karya pengrajin dari berbagai daerah di Indonesia yang turut melibatkan komunitas pecinta kain tradisional serta desainer lokal.
Galeri tersebut dibuka selama festival berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, di Pendopo Balaikota Surakarta. Secara bersamaan, Pasar Karya Nusantara disuguhkan di area halaman parkir Balaikota Surakarta sebagai sentra ekonomi kreatif. Lebih dari 30 tenant menyuguhkan beragam produk kuliner khas daerah, karya kriya, hingga kerajinan tangan lokal.
"Bukan hanya menjadi ajang jual beli, Pasar Karya Nusantara juga diharapkan menjadi sarana interaksi budaya, yang akan turut disemarakkan dengan hiburan musik etnik mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Sebagai puncak dari seluruh rangkaian, pergelaran seni utama SBI 2025 digelar mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB selama dua hari berturut-turut," pungkas Naim.
Sebagai informasi, pelaksanaan hari kedua Festival SBI 2025, pada Sabtu, 10 Mei 2025 akan dimeriahkan dengan penampilan 11 delegasi, yaitu Gladi Beksan FK UNS Solo, Alitalita Dance Class Semarang, ZIMAE Fashion Karanganyar, Amarta Production Solo, Almaeriee Dance Riau,
Mannequin Puppet Community Bali, Tydif Dance Surabaya, Sanggar Perwira Budaya Semarang, Jagadhita Solo, Sanggar Tari Tancep Sragen, dan Ikatan Mahasiswa Kepulauan Riau Surakarta (IPMKRS).
Pewarta : Kacuk Legowo








