Anak di Bawah Umur Jadi Korban Dukun Cabul

Kamis, 23/07/2020 - 11:01
Personil Satreskrim Polres Aceh Singkil saat melakukan pemeriksaan terhadap pelaku pencabulan anak di bawah umur.
Personil Satreskrim Polres Aceh Singkil saat melakukan pemeriksaan terhadap pelaku pencabulan anak di bawah umur.

Klikwarta.com, Aceh Singkil - Setelah sempat kabur, seorang pelaku pencabulan anak di bawah umur berinisial NM (54) yang diketahui seorang dukun, warga Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, ditangkap di Desa Sianjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah, daerah setempat. Terduga pelaku terancam hukuman 16 tahun lebih penjara.

Pelaku pencabulan NM (54), berhasil ditangkap personil Sat Reskrim Polres Aceh Singkil, Sabtu (11/07/2020), saat sedang bersembunyi disebuah rumah di Desa Sianjo-Anjo, Kec. Gunung Meriah Kab. Aceh Singkil.

"Dari hasil pemeriksaan dan laporan, pelaku diduga telah melakukan perbuatan tidak senonoh itu kepada 4 orang anak yang masih di bawah umur warga Kecamatan Singkil Utara", ucap Kapolres Aceh Singkil, AKBP Mike Hardy Wirapraja, SIK, MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Noca Tryananto, S.Tr.K, kepada wartawan, Rabu, (22/07/2020).

Kasatreskrim mengatakan, perbuatan bejat NM terbongkar berawal dari laporan pihak keluarga salah satu korban yang masih berusia 9 tahun yang mengeluh sakit dan takut pada saat buang air kecil.

"Melihat kondisi tersebut dan setelah ditanyai pihak keluarga korban langsung membuat pengaduan ke Polres Aceh Singkil melalui laporan B/33/VII/2020/SPKT/Res Aceh Singkil tanggal 04 Juli 2020", ujar Kasat Reskrim, Iptu Noca Tryananto.

Mendapat laporan itu, Pihak Sat Reskrim Polres Aceh Singkil bergerak cepat melakukan penyelidikan. 

"Dalam operasi penyelidikan itu sekitar Pukul 10.00 Wib, Jumat, 10 Juli 2020, petugas berhasil mendapatkan  informasi keberadaan pelaku dan berhasil menangkap NM dari tempat persembunyiannya di Kecamatan Gunung Meriah",  terang Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim menyebutkan, kronologis  perbuatan bejat NM terhadap para korban yang masih di bawah umur menggunakan Modus Operandi yang awalnya menjemput dan mengajak korban jalan-jalan untuk membeli es krim.

Usai  membeli es krim, NM tidak langsung membawa korban kerumahnya melainkan  ketempat sepi yang tak jauh dari rumah pelaku.

"Dilokasi itulah NM melakukan hubungan intim terhadap korban", jelas Iptu Noca.

Selanjutnya dalam penyelidikan dan pengembangan terkuak ada sebanyak 3 orang anak di bawah umur lainnya yang telah disetubuhi NM.

"Pihak korban yang secara resmi sudah melapor 1 orang. Tapi ada beberapa pihak keluarga kembali melaporkan anaknya disetubuhi Pelaku", ungkap Kasatreskrim.
Sehingga informasinya pelaku melakukan perbuatan bejatnya terhadap 4 korban yang masih di bawah umur itu berselang sekitar dalam sebulan.

Adapun 3 korban lainnya yang juga dilaporkan pihak keluarga, berusia 11 tahun, berusia 9 tahun dan satu lagi belum mau memberikan keterangan saksi merupakan masih pelajar SD.

Kepada pelaku, polisi akan mengenakan  pasal 50 Junto 47 dari Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayah dengan ancaman hukuman 200 bulan penjara", pungkas Iptu Noca.

(Pewarta : Supriadi)

Related News

Loading...
loading...