Aremania Turun Jalan Bawa Sembilan Tuntutan, Salahsatunya Jajaran PSSI Mundur dari Jabatan

Kamis, 27/10/2022 - 21:32
Ratusan Aremania gelar aksi demo, Kamis (27/10/2022).
Ratusan Aremania gelar aksi demo, Kamis (27/10/2022).

Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Ratusan suporter Arema FC atau Aremania kembali turun ke jalan, Kamis (27/10/2022). Mereka mendesak pengusutan tuntas Tragedi Kanjuruhan, Malang yang menewaskan setidaknya 135 orang itu.

Demo digelar dengan longmars dari alun-alun hingga depan gedung Balai Kota Malang. Aksi damai Aremania kali ini adalah yang kedua.

Berbeda dengan demo sebelumnya. Kali ini Aremania membawa sembilan tuntutan untuk mencari keadilan atas tragedi Kanjuruhan. Salahsatunya menuntut pertanggungjawaban moral seluruh jajaran PSSI mundur dari jabatan saat ini.

"PSSI harus merevisi regulasi keselamatan dan keamanan penyelenggaraan liga di Indonesia sesuai dengan statuta FIFA, juga merevolusi menyeluruh", ucap salah satu orator saat membacakan sembilan poin tuntutan.

"Aremania dalam aksi kedua ini juga menuntut kepada pihak-pihak yang harus bertanggungjawab atas tragedi Kanjuruhan", ujarnya.

Pantauan di lokasi, ratusan Aremania terlihat kompak berbusana hitam dan membawa sejumlah atribut. Diantaranya keranda dan tiga boneka jenazah bertuliskan angka 135 yang melambangkan jumlah korban jiwa tragedi Kanjuruhan sejauh ini.

"Lailahaillallah Muhammadarrasulullah", demikian suara ratusan Aremania sembari membawa miniatur jenazah dan keranda mayat.

Tepat di depan Balai Kota, massa Aremania, ditemui Wali Kota Malang, Sutiaji dan menandatangani surat sembilan tuntutan tersebut. Ia pun berjanji akan meneruskan poin-poin tuntutan kepada pihak yang dituntut Aremania.

"Pasti kami kawal dan kami teruskan kepada pihak yang dituntut", pungkas Sutiaji meyakinkan ratusan peserta demo.

Berikut Sembilan tuntutan Aremania soal Tragedi Kanjuruhan:

1. Menuntut aparat Kepolisian serta penegak hukum yang lain terkait 6 tersangka yang sudah ditetapkan sebagai tahanan dilakukan proses hukum seadil-adilnya. Dan menuntut penambahan pasal 338 bahkan 340 dari yang sebelumnya disangkakan oleh penyidik pasal 359 KUHP.

2. Menuntut pertanggung jawaban moral seluruh jajaran PSSI (mundur dari jabatan saat ini). PSSI harus merevisi regulasi keselamatan dan keamanan penyelenggaraan liga di Indonesia sesuai dengan statuta FIFA. Dan juga merevolusi menyeluruh terhadap sepak bola nasional dan menuntut pihak broadcaster liga untuk mengganti jam pertandingan di malam hari, terutama saat laga riskan.

3. Meminta aparat kepolisian dapat segera menyelidiki, mengadili dan merilis siapa saja eksekutor penembak gas air mata saat Tragedi kanjuruhan.

4. Menuntut transparansi aparat Kepolisian terkait hasil sidang etik eksekutor penembak gas air mata saat Tragedi Kanjuruhan, jika terbukti ada pelanggaran maka harus dipidana.

5. Menolak rekonstruksi yang dilakukan oleh Polda Jatim yang menyebutkan bahwa tembakan tidak diarahkan ke arah tribun. Karena sesuai bukti video dan foto yang beredar memang benar adanya penembakan gas air mata ke arah tribun. Dan harus dilakukan rekonstruksi ulang sesuai dengan fakta di lapangan dan menuntut BRIN merilis kandungan zat dalam gas air mata yang telah expired yang digunakan dalam Tragedi kanjuruhan.

6. Menuntut manajemen Arema FC harus turut andil mengawal proses usut tuntas Tragedi Kanjuruhan, selaras dengan perjuangan Aremania yang menuntut keadilan.

7. Menuntut pemerintah bersinergi dengan Komnas HAM dan menetapkan bahwa para tersangka melakukan kejahatan genosida.

8. Mengutuk segala bentuk intimidasi dari pihak mana pun terhadap para saksi dan korban Tragedi kanjuruhan.

9. Meminta tiga kepala daerah dan DPRD seluruh Malang Raya turut andil mengawal Tragedi kanjuruhan bersama Aremania hingga tuntas.

(Pewarta : Asral)

Related News