Bayi Lahir Kepala Terputus, Ortu Lapor Polisi

Meli ibu korban saat tebaring dilemas di RSUD Kepahiang. Foto (bengkulutoday.com)
Meli ibu korban saat tebaring dilemas di RSUD Kepahiang. Foto (bengkulutoday.com)
Polda Bengkulu

Klikwarta.com - Prihatin dengan nasib yang dialami pasangan suami istri Fitra (26) dan Meli (20) warga Penanjung, Kecematan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang ini. Mereka menyayangkan tindakan medis RSUD Kepahiang, lantaran saat kelahiran banyinya penanganannya dianggap tidak seperti pada umumnya. Hingga pada akhirnya mereka kehilangan nyawa bayinya.

Dilansir Bengkulutoday.com, bayi yang dilahirkan Meli pada Jumat (02/02/2018) sekira pukul 15.00 WIB itu lahir dengan kondisi kepala terpisah dari organ tubuhnya. 

Keterangan dari pihak RSUD Kepahiang, kejadian ini disebabkan adanya kelainan kongenital atau kelainan bawaan pada bayi. Disamping itu, karena adanya faktor eklamsia pada ibunya saat hamil. Ini ditandai dengan kejang dan tensi darah tinggi.

"Umur kandungannya masih 5 bulan, dengan kondisi bayi kelainan kongenital, harus dilahirkan karena datang ke rumah sakit sudah kontraksi, dengan proses persalinan normal. Karena adanya kelainan kongenital itu, kondisi fisik bayi tidak sempurna dan rapuh sehingga organ tubuhnya terpisah, maka dari itu diambil tindakan operasi secar, kalau petugas medis dilaporkan karena ini, tidak masalah itu hak pasien, " jelas Tajri, Kepala Bidang Tata Usaha dan Kepegawaian RSUD Kepahiang.

Benar saja, meskipun sudah menerima penjelasan dari pihak RSUD Kepahiang itu, sang Ayah bayi tersebut tetap meminta pihak RSUD Kepahiang bertanggung jawab. Bahkan dirinya sudah melaporkan kejadian ini kepihak berwajib. 

"Idak selesai dengan mintak maaf bae, paling tidak ado pertanggungjawaban dari rumah sakit. Kalau anak aku sudah meninggal jelas idak bisa dibalikkan lagi, cuma caronyo tu yang idak samo dengan kelahiran bayi lainnyo," ungkap Fitra menggunakan bahasa daerah Sabtu (03/2/2018) di RSUD Kepahiang. (BT/LJ)
 

Dibaca: 108 kali

Related News

mendes

 

prov