Belajar Daring Bakal Diperpanjang, Hajatan Akan Dievaluasi

Kamis, 13/08/2020 - 14:51
Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe

Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe

Klikwarta.com, Lubuklinggau - Belajar Dalam jaringan (Daring) bakal diperpanjang menyusul kembali meningkatnya warga yang terkonfirmasi positif covid 19 diduga dari cluster Bank Sumsel Babel.

Tidak hanya belajar tatap muka yang bakal diperpanjang rencana Pemkot Lubuklinggau untuk memberikan kelonggaran terhadap kegiatan masyarakat seperti Hajatan juga akan di evaluasi. 
Hal itu diungkapkan Walikota Lubuklinggau,H SN Prana Putra Sohe,Rabu(12/8).

Orang nomor satu di Lubuklinggau ini mewarning masyarakat untuk tidak menganggap sepeleh.

"Para kepala sekolah baik negeri maupun swasta agar tidak membuka sekolah tatap muka sebelum mendapat persetujuan", tegasnya.

"Kepala sekolah macak-macak, masyarakat jangan cak pakaman, corona itu memang ado, bukan konspirasi ataupun kebohongan, kalu kamu keno yang repot wong banyak, terutamo tenago kesehatan, jadi befikirlah fikirkan orang banyak,”tegas Walikota.

Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe menegaskan adanya klaster baru Covid-19 Bank SumselBabel, saat ini dari hasil Tracking baru 10 orang positif Covid-19 dan masih menunggu 30 specimen lainnya.

Untuk memutus rantai penyebaran yang lebih besar lagi, Kamis (12/8/2020) mendatang Satgas covid 19 Kota Lubuklinggau akan mengadakan rakor berkaitan dengan penanganan dan evaluasi beberapa kebijakan-kebijakan berkaitan dengan pelonggaran kegiatan masyarakat, seperti sekolah tatap muka dan hajatan-hajatan.

“Sekolah tatap muka dari awal sudah saya sampaikan kalau mau di buka untuk tatap muka hanya untuk wilayah atau kelurahan-kelurahan yang memang zero covid 19 dan jauh dari jangkauan internet, bukan berarti sekolah dilinggau boleh tatap muka, itu cuma judul berita atau korannya saja tapi apapun nanti juga akan kita evaluasi,”tegasnya.

Khusus acara hajatan, pihaknya akan dilakukan evaluasi penuh, karena masih banyak masyarakat yang kebablasan mengadakan hajatan..

“Saya selalu menghimbau ke masyarakat untuk mempercayai, kalau corona itu ada dan bukan suatu kebohongan atau konspirasi sehingga hal-hal seperti inilah yang membuat sebagian masyarakat kita masa bodoh terkait dengan protokol kesehatan,”pungkasnya.

(Pewarta : Apri)

Berita Terkait