BNNP : Penyelundupan Sabu 2 Kg ke Bengkulu Dikendalikan Napi Lapas Nusakambangan

Barang Bukti Sabu yang berhasil disita dari pelaku
Barang Bukti Sabu yang berhasil disita dari pelaku
DINAS PUPR
Dinas PUPR
Anti Hoax
Banner Utama

Klikwarta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu mengungkapkan, penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram, yang diungkap pada Minggu (11/02/2018), dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. 

"Salah seorang napi Nusakambangan atas nama Kirmin memesan sabu kepada Ba alias Boby (tahanan Lapas Salemba). Selanjutnya, Sabu dikirim ke Bengkulu menggunakan travel dengan perantara DP dan MS untuk ditujukkan kepada MH alias Idit, adik kandung Kirmin," jelas Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol Nugroho Aji Wijoyanto, Selasa (13/02/2018) saat merilis tersangka dan barang bukti.

Tersangka Idit, lanjut Nugroho, merupakan warga Bungi Tambun II, Kecamatan Padang Guci Ulu Kabupaten Kaur. "Idit saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)," sambungnya. 

Diketahui, dalam membongkar sindikat narkoba jaringan internasional ini, BNNP Bengkulu telah melakukan pengintaian selama dua bulan oleh tim pemberantasan dibawah pimpinan AKBP Marlian Ansori. Hasilnya tim BNNP berhasil menangkap DS (25) dan MS (22) (oknum polisi) asal Palembang pada Minggu (11/02) sekira pukul 16.00 WIB tepatnya di Masat Bengkulu Selatan.

Barang bukti yang berhasil disita diantaranya : 

1. Satu Bungkus Narkotika Golongan 1 Methamphetamine (Sabu) seberat ± 2 Kg (200 gram)

2. Satu Unit Toyota New Avanza dengan Nopol BG 1479 RS

3. Satu Unit HP Samsung Android

4. Satu Unit HP Samsung Lipat

Sabu tersebut diseludupkan dari China ke Malaysia dan Ke Aceh melalui Kapal Laut di Pelabuhan gelap, selanjutnya dari Aceh dibawa ke Bengkulu menggunakan Mobil Rental. Sabu tersebut disembunyikan didalam sarung jok bagian belakang serta jok dilipat dan ditumpuk 20 buah durian busuk untuk menyamarkannya. Dengan penangkapan tersebut pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman 6 tahun penjara, maksimal hukuman mati. (Alfin)

Dibaca: 120 kali
kpu

 

Related News