Dayah Darul Ulum Muara Dua Lhokseumawe Kembangkan Bank Sampah

Jumat, 17/01/2020 - 10:53
Dayah Darul Ulum Muara Dua Lhokseumawe Kembangkan Bank Sampah

Dayah Darul Ulum Muara Dua Lhokseumawe Kembangkan Bank Sampah

Klikwarta.com, Lhokseumawe - Untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan juga guna mengembangkan kemandirian ekonomi. Santri Dayah Darul Ulum Amunawarah Lhok Mon Puteh Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe kini mengembangkan Unit usaha di pondok pesantren tersebut  yaitu, program pengolahan sampah atau kerap disebut bank sampah.

Usaha tersebut mendapatkan respon yang positif dan mendapat pendamping dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia cabang Lhokseumawe. Santri santri di pondok pesantren tersebut  mengelola serta menampung botol bekas air mineral, berbagai atom plastik, kemudian digiling, dijemur serta dipacking untuk di jual ke Sumatera Utara. Selain itu, juga ada tempat pengolahan pupuk serta pengolahan pakan ternak.

Kepala Kantor Perwakilan BI Lhokseumawe, Yufrizal mengatakan, selama ini sampah hanya dianggap sebagai sampah yang tidak bermamfaat, padahal menurutnya sampah tersebut bisa dijadikan rupiah. Misalkan plastik dan bekas air mineral dalam kemasan,  menghasilkan nilai rupiah yang tinggi. 

selama ini sampah itu tidak dikelola dengan baik, atau dijual dalam bentuk mentah sehingga kurang ada nilai tambah. Namun kalau sudah dihancurin kecil bisa memiliki nilai tambah berkali lipat,” katanya, usai peresmian bank sampah di Dayah Darul Ulum Amunawarah Lhok Mon Puteh Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe .

Yufrizal menambahkan, dengan adanya bank sampah itu, bisa memenuhi segala aspek, yakni lingkungan bersih kemudian ada keberkahan ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Dayah Darul Ulum Al-Munawarah Tgk. H Abu bakar Ismail mengatakan, dengan adanya bank sampah sangat bermanfaat untuk Dayah yang dipimpinya. Selain dari hasil pengolah sampah, kata Teungku Abu Bakar, bisa juga menjadi biaya tambahan dan masukan untuk biaya operasional pesantren.

Teungku Khalil, yang dipercaya untuk mengelola bank sampah itu mengatakan, dengan hadirnya alat pengolah sampah tersebut, sangat bermanfaat untuk santri, selain membantu ekonomi dayah, juga memberikan ilmu serta pengalaman baru untuk santri yang menimba ilmu di sana. “Harapannya, selain penguatan ekonomi dayah membantu, kesejahteraan masyarakat juga terjamin. Kalau sebelumnya bekas air kemasan di buang, sekarang bisa dijual dan kami tampung dengan harga Rp3 ribu hingga Rp6 ribu per kilogram,” tuturnya. (waldi)

Berita Terkait