Diskominfo Gelar Bimtek Admin Aduan se-Kabupaten Karanganyar

Selasa, 21/11/2023 - 18:11
Peserta kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) admin aduan se-Kabupaten Karanganyar, di kawasan Tasikmadu, Selasa (21/11/2023).

Peserta kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) admin aduan se-Kabupaten Karanganyar, di kawasan Tasikmadu, Selasa (21/11/2023).

Klikwarta.com, Karanganyar - Guna meningkatkan peran serta fungsi admin dalam merespon aduan secara cepat, benar, tepat dengan penggunaan bahasa yang baik dan santun, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar menggelar kegiatan bimbingan teknis admin aduan se-Kabupaten Karanganyar, di kawasan Tasikmadu, Selasa (21/11/2023).

Kepala Dinas Kominfo Karanganyar Isnan Nur Aziz diwakili Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Heri Wasito, mengatakan pelaksanaan bimtek tersebut didasari tingginya aduan masyarakat di lingkup pemerintahan, sehingga dibutuhkan kontribusi admin aduan baik di tingkat dinas, instansi maupun kantor serta kecamatan di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

"Khususnya, dalam mempercepat tindak lanjut penyelesaian pengaduan di berbagai sektor bidang melalui Aplikasi Media Sosial Instagram, SAPAMAS, Twitter, Facebook, Website, LaporGub dan SP4N Lapor," terangnya.

Aplikasi-aplikasi tersebut, kata Heri, berfungsi menampung dan langsung menanggapi setiap permasalahan dan keluhan masyarakat sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan publik secara responsif, cepat dan optimal. Karenanya, admin pengelola aduan masyarakat penting untuk memahami mekanisme atau langkah-langkah dalam pengelolaan aduan masyarakat secara baik, benar, efektif, efisien, tepat sasaran dan transparan.

"Dalam menjawab maupun menyampaikan hasil aduan masyarakat dengan baik akan memberikan dampak positif dan kepuasan masyarakat sebagai salah satu upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat atas kinerja Pemerintah dalam pelayanan publik," jelas Heri.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar sekaligus Pembina Admin Aduan Masyarakat, Timotius Suryadi dalam arahannya menyampaikan bahwa aduan masyarakat tidak hanya melalui kanal SAPAMAS maupun kanal yang resmi.

"Karena saat ini orang berkomunikasi dengan pemerintah boleh dengan apapun. Sekarang jamannya sudah berganti, ada yang langsung bersuara dan kita respon dengan lebih cepat sehingga tidak ada yang tidak kita tanggapi," kata dia. 

Sekda meminta admin aduan masyarakat untuk selalu mengecek akun google dan memastikan terkoneksi dengan aduan-aduan yang tidak terespon.

Untuk itu kalau ada OPD yang terlambat tetap harus dijawab.
Karena  itulah wajah kita nantinya, karena suara nitizen adalah suara warga masyarakat kita. Jadi respon masyarakat dapat meningkat jika kita juga berkontribusi dalam menanggapi aduan dengan baik. Terlebih komunikasi untuk menjawab, menanggapi aduan dengan pengunaan bahasa yang santun," terang Sekda.
 
Ditambahkannya, untuk menangani aduan harus ada tim terpadu yang terdiri dari semua OPD/Instansi/Kntor/BUMD/Kecamatan sehingga dapat merespon secara cepat aduan masyarakat dalam bentuk grup.

"Untuk saat ini, pengaduan melalui Whatsapp lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan instagram ataupun website. Karena, hampir setiap orang menggunakan media sosial Whatsapp ," katanya.

Kegiatan bimbingan teknis admin aduan se-Kabupaten Karanganyar tersebut menghadirkan pemateri atau narasumber dari Kaprodi Ilmu Komunikasi FISIP UNS, Sri Hastjarjo, S. Sos, Ph. D yang membahas metode dalam mengelola aduan masyarakat dengan baik, benar dan tepat sasaran tidak terlepas  penggunaan gaya bahasa yang santun sehingga tidak terjadi bullying kepada admin. 

Pejabat Fungsional Pranata Humas Diskominfo Karanganyar, Kristiana, menyampaikan mengenai rekap aduan masuk yang telah ditanggapi mulai bulan Januari hingga November 2023, total ada sebanyak 700 aduan. 

"Ada lima dinas yang paling banyak mendapat sorotan. Sebanyak 246 aduan menyoroti kinerja DPUPR terkait infrastruktur jalan, Dikbud 35 aduan, Dinkes terkait vaksin, BPJS, KIS. Dishub terkait penerangan jalan, rambu jalan, dan Disdag terkait lowongan kerja, kartu pra kerja," paparnya.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait