Pengecatan dinding rumah Ibu Heni Derita Tampubolon
Klikwarta.com, Labuhanbatu Selatan – Setiap orang mendambakan rumah yang nyaman sebagai tempat bernaung, melepas lelah, dan berkumpul bersama keluarga. Harapan sederhana itulah yang perlahan mulai dirasakan Ibu Heni Derita Tampubolon (45), seorang janda yang tinggal di Gang Sanggul Mas, Dusun Sikampak Pekan, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Selasa (3/11/2026)
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu, harapan Ibu Heni untuk memiliki hunian yang lebih layak mulai mendapatkan perhatian. Personel Satgas TMMD terus melanjutkan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan mengerjakan pengecatan bagian dalam rumah hingga tampak depan hunian.
Bagi sebagian orang, mengecat dinding mungkin hanya pekerjaan biasa. Namun, bagi Ibu Heni, setiap sapuan kuas yang dilakukan para prajurit memiliki arti lebih dari sekadar memperindah bangunan. Ada harapan baru yang tumbuh, ada kenyamanan yang mulai dibayangkan, dan ada kepedulian yang terasa nyata di tengah keterbatasan hidup.
Dengan penuh ketelitian, personel Satgas TMMD mengerjakan pengecatan dinding bagian dalam rumah. Bagian-bagian yang sebelumnya tampak sederhana kini mulai mendapatkan sentuhan warna baru. Perlahan, suasana ruangan terlihat lebih bersih, rapi, dan diharapkan semakin nyaman untuk ditempati.
Pekerjaan kemudian dilanjutkan pada bagian tampak depan rumah. Sebagai wajah sebuah hunian, bagian tersebut turut dipercantik agar terlihat lebih terawat. Setiap tahapan dikerjakan dengan penuh kesungguhan, sehingga hasil rehabilitasi nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi penghuninya.

Di balik aktivitas para prajurit yang mengayunkan kuas, tersimpan semangat pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Mereka hadir membawa kepedulian, memberikan perhatian, sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa masyarakat yang membutuhkan bantuan tidak berjalan sendirian.
Bagi Ibu Heni, rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat menjalani kehidupan tentu menyimpan banyak cerita. Di sanalah ia beristirahat, melewati hari-hari, serta menyimpan berbagai kenangan. Karena itu, perubahan sekecil apa pun pada rumah tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Kini, dinding yang mulai dipercantik dan bagian depan rumah yang semakin rapi menjadi gambaran perubahan yang tengah berlangsung. Bukan sekadar perubahan tampilan bangunan, melainkan bagian dari upaya menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih bersih, nyaman, dan layak.
Program rehabilitasi RTLH dalam TMMD ke-130 menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus dimaknai melalui proyek infrastruktur berskala besar. Perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk tempat tinggal yang layak, juga merupakan bagian penting dari pembangunan yang menyentuh kehidupan warga secara langsung.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD Kodim 0209/Labuhanbatu berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi landasan dalam setiap pekerjaan. Prajurit TNI tidak hanya menjalankan tugas pembangunan, tetapi juga membangun kedekatan dan hubungan emosional dengan warga yang menjadi bagian dari sasaran program.
Setiap tahapan pekerjaan menjadi cerminan kemanunggalan TNI dan rakyat. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat menunjukkan bahwa pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Pengecatan rumah Ibu Heni menjadi salah satu potret kecil dari besarnya makna TMMD. Sebuah pekerjaan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki nilai kemanusiaan yang mendalam bagi warga penerima manfaat.

Ketika pekerjaan selesai nantinya, rumah yang lebih bersih dan tertata diharapkan mampu menghadirkan suasana baru bagi Ibu Heni. Hunian tersebut bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kembali semangat menjalani kehidupan.
Pada akhirnya, TMMD bukan semata-mata tentang membangun jalan, memperbaiki fasilitas umum, atau merehabilitasi rumah warga. Lebih dari itu, program ini merupakan wujud pengabdian TNI yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Bagi Ibu Heni Derita Tampubolon, setiap sapuan kuas di dinding rumahnya bukan sekadar perubahan warna. Di baliknya tersimpan pesan bahwa kepedulian masih tumbuh, kebersamaan tetap terjaga, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik selalu memiliki jalan.
Sebab, rumah yang layak bukan hanya tentang dinding yang indah dan bangunan yang kokoh, tetapi juga tentang hadirnya rasa aman, kenyamanan, serta harapan baru bagi mereka yang mendiaminya.
(Kontributor : Arif)








