Didemo Massa Satria Tuntut MBG Dihentikan, DPRD Jatim : Wewenang Pusat, Kami Teruskan Aspirasi

Kamis, 24/09/2026 - 21:01
Anggota DPRD Jawa Timur, Suwandi Firdaus

Anggota DPRD Jawa Timur, Suwandi Firdaus

klikwarta.com, Jatim - Gedung DPRD Jawa Timur didatangi massa dari Solidaritas Aksi Rakyat Indonesia (Satria) yang menuntut penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan evaluasi sejumlah program pemerintah lainnya.

Aksi yang melibatkan massa dari berbagai daerah, termasuk Madura itu diterima langsung oleh Anggota DPRD Jatim dari Fraksi NasDem, Suwandi Firdaus.

Menurut Suwandi, aksi tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial terhadap situasi dan kondisi bangsa saat ini. Pihaknya menghargai aspirasi yang disampaikan, namun menegaskan DPRD Jatim tidak bisa langsung mengeluarkan rekomendasi penghentian program.

"Dewan ini hanya menerima aspirasi untuk dilanjutkan kepada pemerintah pusat. Jadi tidak bisa kita itu harus membuat surat rekomendasi seketika yang diinginkan oleh teman-teman," ujar Suwandi, Rabu (24/9/2026).

Ia menjelaskan, setiap tuntutan ada tahapan dan kajian. Persoalan MBG tidak terjadi merata di seluruh Jatim, sehingga penyelesaiannya harus baik-baik tanpa penekanan.

"Jadi terus ada tahapan, ada kajian, karena permasalahan ini tidak muncul di seluruh Jawa Timur. Namanya permasalahan ini kan perlu diselesaikan dengan baik-baik, tanpa ada penekanan," jelasnya.

Suwandi menegaskan, DPRD Jatim pada prinsipnya mendukung program Presiden Prabowo Subianto, termasuk MBG dan Sekolah Rakyat. 

Ia menilai tujuan program Presiden Prabowo adalah tulus untuk membuat generasi lebih sehat dan cerdas. Namun demikian, pasti timbul permasalahan-permasalahan yang lainnya di kemudian perjalanan program ini.

"Kita sudah setuju bahwa kita akan mendukung programnya Presiden Prabowo supaya generasi kita lebih sehat, cerdas. Termasuk ya mengakomodir bahwa yang tidak mampu sekolah masuk sekolah rakyat. Itu tujuan yang tulus ikhlas," ucapnya.

Untuk itu, DPRD Jatim akan bekerja sama mengevaluasi dan memberikan masukan kepada pemerintah pusat melalui pimpinan dewan.

" Itu kewenangannya pimpinan Dewan. Alhamdulillah sudah kami terima dengan baik, sehingga sudah tidak ada keributan-keributan. Saya sama Sekwan juga mendampingi dengan baik, kita akomodir," katanya.

Usai menerima Satria, Suwandi mengaku akan kembali menerima aksi lanjutan dari aliansi pekerja buruh se-Jawa Timur terkait Undang-Undang Ketenagakerjaan.

"Setelah ini saya juga menerima aliansi pekerja buruh se-Jawa Timur terkait undang-undang ketenagakerjaan. Saya nggak tahu tapi Satria namanya, se-Jawa Timur, maksudnya tadi ada yang dari Madura gitu," ujarnya.

Terkait gesekan yang sempat terjadi saat aksi, Suwandi menilai hal itu biasa dalam dinamika demonstrasi. Mengingat setiap aksi pasti ada salah satu anggota aksi yang mau diterima sesuai dengan keinginannya. 

"Selama itu sudah diberikan pemahaman, tapi tetap saja melakukan tindakan yang kurang bisa diterima. Mau tidak mau Polisi juga akan bertindak tegas, karena ini juga rumah rakyat," pungkasnya.

Tags

Berita Terkait