Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Masyarakat Dapur Generasi Emas (DPW HMD-GEMAS) Regional Bengkulu
Klikwarta.com, Bengkulu - Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Masyarakat Dapur Generasi Emas (DPW HMD-GEMAS) Regional Bengkulu menggelar pertemuan bersama 65 mitra Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Provinsi Bengkulu. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut sejumlah kesepakatan terkait persoalan kemitraan dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sekretaris DPW HMD-GEMAS Regional Bengkulu, Ir. Achmad Supriono, S.T., didampingi Ketua DPW HMD-GEMAS, Wehelmi Ade Tarigan, S.H., M.M., menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan tiga poin kesepakatan penting.
Pertama, seluruh pihak sepakat untuk menindaklanjuti hasil kesepakatan yang sebelumnya telah dibahas pada tanggal 3. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang dihadapi para mitra SPPG mendapatkan penyelesaian sebagaimana yang telah disepakati bersama.
Kedua, apabila upaya tindak lanjut tersebut tidak mendapatkan respons dari BGN, DPW HMD-GEMAS membuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Achmad Supriono menjelaskan, langkah hukum tersebut berkaitan dengan sejumlah persoalan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani sebagian mitra dengan BGN.
Menurutnya, terdapat sejumlah perubahan dalam pelaksanaan kerja sama yang dinilai dilakukan secara sepihak oleh BGN. Padahal, menurut pihaknya, perubahan tersebut semestinya dibicarakan dan disepakati bersama oleh kedua belah pihak melalui mekanisme yang telah diatur, termasuk penyelesaian melalui arbitrase apabila diperlukan.
"Di dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sudah ditandatangani sebagian mitra dengan BGN, terdapat hal-hal yang kami nilai sebagai bentuk wanprestasi. Ada perubahan secara sepihak yang seharusnya dilakukan melalui kesepakatan kedua belah pihak," jelasnya.
Ketiga, pertemuan tersebut juga membahas rencana aksi puncak berupa penggembokan dapur SPPG secara nasional apabila tuntutan dan kesepakatan sebelumnya tidak dipenuhi oleh BGN.
Aksi tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung pada 10 November, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Namun, berdasarkan hasil pembahasan bersama, pelaksanaannya diputuskan untuk ditunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.
Achmad menyampaikan, penundaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi nasional. Pihaknya juga tidak ingin aksi yang direncanakan justru dimanfaatkan atau ditunggangi oleh kelompok tertentu untuk kepentingan di luar tujuan perjuangan para mitra SPPG.
"Kami tidak ingin melakukan kegiatan yang nantinya ditunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu. Kami menyadari bahwa situasi saat ini membutuhkan kehati-hatian, sehingga pelaksanaan aksi gembok dapur ditunda sampai ada kepastian dan keputusan lebih lanjut," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sejak awal keberadaan mitra BGN dan DPW HMD-GEMAS memiliki tujuan untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat.
Karena itu, pihaknya berharap persoalan yang tengah dihadapi para mitra tidak sampai mengganggu tujuan besar program tersebut. Dukungan terhadap kebijakan pemerintah, menurutnya, harus tetap berjalan, sembari memastikan hak dan kesepakatan para mitra juga mendapatkan perhatian.
Dengan adanya tiga kesepakatan tersebut, DPW HMD-GEMAS Regional Bengkulu berharap BGN dapat memberikan respons dan menyelesaikan berbagai persoalan yang disampaikan para mitra melalui mekanisme dialog dan sesuai ketentuan kerja sama yang berlaku.
Sementara itu, rencana aksi penggembokan dapur SPPG secara nasional masih ditunda hingga adanya perkembangan dan keputusan lebih lanjut dari pihak organisasi. (**)








