Kondisi jalan lintas barat Bengkulu, tepatnya di perbatasan Desa Serangai-Desa Selolong, Kabupaten Bengkulu Utara
Bengkulu Utara, Klikwarta.com - Kondisi jalan lintas barat Bengkulu, tepatnya di perbatasan Desa Serangai-Desa Selolong, Kabupaten Bengkulu Utara kian memprihatinkan. Meski sudah ada jalan alternatif yaitu jalan Desa Batik Nau, namun tak sedikit pengendara yang masih melintas di jalan tersebut. Akibatnya, tak sedikit kendaraan roda dua dan roda empat yang kesulitan melintas.
Pantauan media ini, kondisi jalan di perbatasan Desa Serangai-Desa Selolong berlubang cukup dalam, kurang lebih hingga 1 meter. Hal ini diperparah dengan adanya genangan air, sehingga para pengendara baik roda dua maupun roda empat kesulitan melintas. Tak sedikit para pengendara roda dua mengalami mati mesin saat melintas, karena kendaraannya kemasukan air. Sementara kendaraan roda empat juga sering mengalami slip.
Hal ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk memberikan bantuan berupa tenaga dan jalan alternatif yaitu melewati pinggiran jalan yang berada di kiri-kanan jalan. Namun, hal itu tidaklah gratis, pengguna jalan dikenakan tarif. Bagi kendaraan roda dua harus membayar tarif Rp 5000, sedangkan kendaraan roda empat harus membayar tarif Rp 10.000.
Disamping itu, bagi pengendara roda empat yang nekat menerabas jalan yang rusak dan mengalami slip, akan membayar tenaga dorong mobil hingga Rp 100.000. "Ya, kalau mobil sampai slip upah dorongnya sampai Rp 100 ribu," ujar salah seorang pengendara yang enggan disebut namanya, yang memilih melintas dijalan tersebut, karena jika melewati jalan Desa Batik Nau, pengendara butuh waktu tempuh lebih lama, karena memutar dan selisih waktu kurang lebih hingga 30 menit. (AF)








