Musyawarah bersama di kantor Camat Kinal
Klikwarta.com, Kaur - Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur turun tangan tengahi masalah warga dengan PT Desaria Plantation Mining (PT.DPM) yang bergerak dibidang perkebunan Kelapa Sawit yang terletak di Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.
Musyawarah bersama dilakukan Senin (27/01/2020) di kantor Camat Kinal membahas permasalahan PT.DPM mulai dari penunggakan gaji karyawan, pembagian hasil Plasma, tanah warga yang termasuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) hingga take Over dari PT.DPM yang berencana akan dibeli oleh PT. Karya Mitra Bersama (PT KMB).
Manajemen Lama PT. DPM, selaku karyawan dengan Jabatan Asisten Humas Guhan menyampaikan, untuk masalah HGU di Wilayah PT. DPM belum ada penyelesaian yang konkrit dari tahun-tahun, dan tentunya hal ini perlu diketahui oleh pihak manajemen yang baru yakni PT. KMB (Karya Mitra Bersama).
Disamping itu, soal Plasma belum dinikmati masyarakat setempat serta jumlah karyawan kurang lebih sebanyak 114 orang, selama 4 (Empat) bulan belum menerima gaji.
Baca : 4 Bulan Gaji Belum Dibayar, Puluhan Karyawan PT DPM Datangi Disnakertrans Kaur

Direktur Utama PT. DPM manajemen yang baru Dimas Andri Cristian menjelaskan bagaimana terjadinya take over dari manajeman lama kepada manajemen baru yang rencananya akan dikelola PT. KBM (Karya Mitra Bersaudara).
Bahwa pihak PT akan menyelesaikan secara bertahap dari apa yang telah disampaikan oleh pihak manajemen lama yaitu saudara Guhan, terkait dengan Plasma, HGU serta gaji karyawan yang belum direalisasikan.
Dalam penyelesaian itu, kata Dimas, tetap akan melibatkan manajamen lama agar tidak menjadi permasalahan yang horizontal dengan masyarakat setempat kedepannya.
Sementara Bupati Kaur Gusril Pausi, M.AP dalam arahannya mengatakan kehadirannya bersama dengan FKPD Kaur bukan untuk menyelesaikan permasalahan secara sepihak.
"Maka masyarakat jangan sampai keliru, kami disini justru sebagai penengah dari apa yang telah menjadi permasalahan di PT DPM", jelasnya.
Terkait dengan take over yang akan dilakukan oleh PT. DPM, tentunya tidak bisa semudah itu dilakukan, mengingat dari PT. DPM manajemen lama masih banyak yang belum terselesaikan.
"Untuk masyarakat korban HGU, Plasma maupun karyawan yang belum menerima gaji dengan adanya permasalahan Take Over ini, kiranya jangan sampai mengambil tindakan diluar batas yang dapat menjerat warga pada ranah hukum", pesannya.
Berkenaan dengan Plasma, sambung Bupati Kaur, sudah dimulai dari tahun 2011, namun belum ada kontribusi pihak perusahaan kepada masyarakat yang terlibat. "Kiranya harapan kami untuk permasalahan tersebut agar lahan inti dari PT. DPM untuk dibagi dengan masyarakat, baru akan dilakukan upaya selanjutnya yaitu take over ke PT. KMB", tutup Bupati.
Di sisi lain, Sekda Kabupaten Kaur Nandar Munadi megatakan, bahwa PT. DPM dihentikan, karena tidak selesainya masalah HGU serta Plasma dari manajemen yang lama.
"PT. KMB, untuk melanjutkan, sudah diingatkan untuk plasma belum terwujud, mampukah manajemen baru menyelesaikan, serta terdapat HGU pada wilayah PT. DPM, hal ini kiranya pada manajemen yang baru untuk dikonfensasi atau dikeluarkan", tegas Sekda.
Terkait deng karyawan selama 4 bulan belum menerima gaji, lanjut Sekda, kiranya pihak perusahaan selesaikan segera, karena menyangkut hak dari karyawan, baru pihak Muspida akan memutuskan lanjut atau tidaknya perihal Take Over perusahaan tersebut.
"Hal ini tentu masih menunggu kesanggupan dari pihak perusahaan manajemen baru PT. DPM khususnya", pungkas Sekda.
Tampak hadiri dalam musyawarah Bupati Kaur Gusril Pausi, M.AP, Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S.Ik, Sekda Kab. Kaur Nandar Munadi, S.Sos., M.Si, Kajari Kaur Tati Vian Sitanggang, MH, Wakil II DPRD Kab. Kaur Alpensyah, Pabung 0408 BS Mayor Inf. Zainudin, Manajemen Baru PT. DPM, Kepala Dinas Pertanian Sdr. Nasrul Rahman, Kadis Nakertrans Yunardi Aziz, Ka KPTSP Alpian, Kasat Reskrim, Kasat Intel, Kapolsek Kaur Tengah, Kapolsek Tanjung Kemuning
Kapolsek Kaur Utara, Camat Kinal, Kepala BPN Kaur Jamaluddin, Warga masyarakat HGU, Petani Plasma dan Karyawan PT. DPM kurang lebih 95 Orang.
(Pewarta : Sulaiman)








