Murid Indonesia yang menjadi delegasi pada ajang International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026 dan berhasil membawa pulang tiga medali perunggu, satu _Honorable Mention_, dan _Winner of the Poster Competition_ pada Senin (5/10). Fotografer: Tim Puspresnas
Klikwarta.com, Tangerang - Talenta muda Indonesia hasil pembinaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional. Lima murid Indonesia yang menjadi delegasi pada ajang International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026 berhasil membawa pulang tiga medali perunggu, satu _Honorable Mention_, dan _Winner of the Poster Competition_.
Adapun tiga medali perunggu diraih oleh Muhammad Zhafif dari SMAS Kharisma Bangsa, Kota Tangerang Selatan; Khalil Azyumardi Abnel dari MAN 1 Pekanbaru, Kota Pekanbaru; serta Yugo Deandra Wirayudha dari SMA Negeri 1 Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Sementara itu, Muhammad Bagir dari SMA Negeri 8 Jakarta meraih Honorable Mention. Selain capaian tersebut, Muhammad Faiz Rahman dari SMAS Pesantren Unggul Al Bayan, Kabupaten Sukabumi, turut mengukir prestasi melalui _Winner of the Poster Competition_ secara tim dengan karya berjudul “VGOS in SEA, and the FUTURE of HUMANKIND.”
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi Indonesia yang telah berjuang di ajang IOAA 2026. Menurutnya, capaian pada ajang internasional merupakan bagian dari proses panjang dalam mengembangkan potensi murid.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di tingkat dunia. Kemendikdasmen terus memperkuat pembinaan talenta secara berkelanjutan agar potensi tersebut dapat berkembang, berprestasi, dan pada saatnya memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” jelas Kepala Puspresnas, Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, Senin (5/10).
Prestasi di IOAA 2026 sekaligus memperkuat komitmen Kemendikdasmen dalam membangun ekosistem Manajemen Talenta Murid secara berkelanjutan. Prestasi internasional tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai bagian dari perjalanan murid dalam mengembangkan kompetensi, karakter, pengalaman, dan kontribusi bagi masyarakat.
Keikutsertaan murid Indonesia pada IOAA 2026 merupakan bagian dari proses pembinaan talenta yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Kemendikdasmen. Sebelum menjadi bagian dari delegasi Indonesia, para murid mengikuti rangkaian seleksi yang berawal dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Astronomi. Kemudian, para pemenang OSN mengikuti pembinaan dan seleksi secara bertahap hingga terpilih lima murid terbaik yang mewakili Indonesia di IOAA 2026.
Salah satunya adalah Muhammad Zhafif dari SMAS Kharisma Bangsa. “Ajang tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain berkompetisi, kami membangun jejaring dengan murid dari seluruh dunia,” ungkap Zhafif.
Zhafif turut merasakan bahwa perjalanan mengikuti OSN hingga ajang internasional memberikan pengalaman yang tidak hanya memperkuat kemampuan, tetapi juga membentuk karakter.
“Prestasi di OSN tentunya merupakan sebuah _privilege_. Perjalanan panjang yang saya lalui, mulai dari mengikuti OSN hingga meraih prestasi di ajang internasional, tidak hanya memberikan banyak ilmu dan pengalaman, tetapi juga sangat membantu dalam membentuk karakter saya,” tambah Zhafif.
Sementara itu, orang tua Muhammad Zhafif, yakni Muhammad Joni, mengaku bangga atas capaian putranya yang berhasil meraih medali pada IOAA 2026.
“_Alhamdulillah_, kami sebagai orang tua sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Zhafif di ajang IOAA. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas yang telah memberikan pembinaan dan pendampingan kepada Zhafif hingga dapat meraih prestasi di tingkat internasional,” ucap Muhammad Joni.
Pengalaman mengesankan juga disampaikan Yugo Deandra Wirayudha, dari SMA Negeri 1 Purwokerto. “IOAA menjadi salah satu pengalaman dan memori yang tidak terlupakan bagi saya. Pembinaan yang diberikan Puspresnas juga sangat membantu, khususnya dalam mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat internasional,” tuturnya.
IOAA 2026 merupakan kompetisi internasional bidang astronomi dan astrofisika bagi murid pendidikan menengah. Tahun ini, kompetisi berlangsung di Hanoi dengan pusat kegiatan akademik di Phenikaa University. Sebanyak 320 peserta dari 66 negara berkompetisi pada ajang tersebut. (**)








