Rumdin Walikota Blitar Kemalingan, DPR : 'Penjagaannya Kurang Pantas, Cuma Dihuni 3 Penjaga'

Senin, 12/12/2022 - 16:21
Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan Hendak Meninggalkan Rumah Dinas Walikota Blitar Usai Mendatangi Walikota Blitar Menyusul Tragedi Perampokan (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan Hendak Meninggalkan Rumah Dinas Walikota Blitar Usai Mendatangi Walikota Blitar Menyusul Tragedi Perampokan (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Kota Blitar - Peristiwa perampokan di Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Blitar mendapatkan perhatian dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. 

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan bahkan langsung mendatangi rumah dinas Walikota Blitar begitu kejadian perampokan. Menurutnya, rumah dinas Walikota Blitar ini relatif besar dan memerlukan tenaga keamanan yang juga besar. 

Arteria menyebut jumlah penjaga rumah dinas walikota ini dinilainya kurang, apalagi hanya dijaga tiga orang saja. 

"Ini kan ruangannya begitu luas ya rumah dinas ini, hanya dihuni 3 penjaga ini jadi bagian evaluasi kami. Tadi saya sudah bicara sama Pak Wali, rumahnya Pak Wali ini begitu besar, kalau dijaga tiga penjaga itu kurang pantas. Apalagi pintu kamarnya (walikota) itu ada dua ya yang butuh penjagaan dan pengawasan," tutur Arteria kepada awak hendak meninggalkan Rumah Dinas Walikota Blitar, Senin (12/12/2022).

"Kami juga prihatin dan kecewa ya ada kejadian perampokan di Rumah Dinas Walikota. 500 meter dari kantor Polres. Tentunya bagi saya pribadi menjadi catatan dan saya langsung datang ke sini. Kita sampai saat ini masih mempercayakan kepada teman-teman kepolisian, Polda Jatim untuk menanganinya dengan catatan. Usut tuntas setuntas-tuntasnya," urainya. 

Diberitakan sebelumnya, Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Blitar disatroni maling, Senin (12/12/2022) pagi sekira pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. 

Sebelum membawa kabur sejumlah perhiasan milik istri Walikota Blitar dan uang senilai kurang lebih 400 juta rupiah, perampok ini melakukan tindakan kekerasan berupa penyekapan hingga ancaman dengan senjata tajam (sajam) kepada Walikota Blitar Santoso dan istrinya Vety Wulandari Santoso.

Nasib serupa juga dialami penjaga Rumdin Walikota Blitar dari Satpol PP Kota Blitar sebanyak tiga personil. Penjaga Rumdin Walikota Blitar ini disekap saat jaga atau tugas piket.

"Telah terjadi pencurian dengan kekerasan. Wali Kota dan istri disekap dengan cara dilakban. Kurang lebih antara pukul 03.00 - 04.00 WIB. Uang cash dan perhiasan milik bu wali dengan nilai uang cash kurang lebih 400 juta rupiah," ungkap Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono.

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait