Bupati Juliyatmono Resmikan Gedung Kebudayaan Karanganyar

Selasa, 03/01/2023 - 01:16
Bupati Juliyatmono meresmikan Gedung Kebudayaan Karanganyar, Senin (2/1/2022).

Bupati Juliyatmono meresmikan Gedung Kebudayaan Karanganyar, Senin (2/1/2022).

Klikwarta.com, Karanganyar - Setelah memakan waktu selama 188 hari sejak dibangun pada 24 Juni 2022 lalu, Gedung Kebudayaan Kabupaten Karanganyar akhirnya berdiri dan diresmikan oleh Bupati Juliyatmono, Senin (2/1/2022).

Sebelum dijadikan Gedung Kebudayaan, bangunan berukuran 55 × 33 meter persegi yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar tersebut, sebelumnya adalah lokasi Gedung Wanita.

Selain sebagai gedung pertemuan terbesar di Kabupaten Karanganyar, keberadaan Gedung Kebudayaan ini diklaim sebagai bangunan berkonsep joglo tanpa tiang yang pertama di Jawa Tengah dan  bahkan juga tahan terhadap gempa.

Kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Karanganyar, Asihno, 
menjelaskan bahwa proyek pembangunan Gedung Kebudayaan ini digarap oleh PT Kuala Batee Indonesia.

"Adapun nilai kontrak proyek awalnya adalah Rp17,65 miliar. Akan tetapi kemudian dilakukan perubahan kontrak melalui adendum dengan pemanfaatan sisa tender, sehingga nilai kontrak akhirnya menjadi Rp18,7 miliar. Proyek pembangunannya dimulai sejak 24 Juni 2022 lalu, dan selesai dalam waktu selama 188 hari kalender,” kata Asihno.

Gedung Kebudayaan Karanganyar, menurut Asihno, adalah dua kali lebih luas dibandingkan dengan Gedung Wanita. Pihaknya mengaku belajar ke Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengenai evaluasi kekuatan struktur bangunan tanpa tiang sekaligus kaitan dengan ketahanan terhadap gempa.

Perbedaan konsep joglo pada Gedung Kebudayaan ini juga terletak pada pemasangan lampu yang tidak digantung, melainkan sengaja dipasang menempel di bagian langit-langit agar terkesan seperti bintang.

"Selain ruang pertemuan dan panggung pertunjukan, gedung kebudayaan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, yakni ruang transit, ruang penyajian atau ruang catering, ruang kontrol audio, ruang make up, dan toilet'" jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengaku sangat puas dan bangga dengan hasil pembangunan Gedung Kebudayaan ini. Menurutnya, gedung yang mampu menampung hingga 4.000 orang tersebut dapat berdiri dengan sangat megah meskipun dengan anggaran yang terbatas.

Selain telah dilengkapi dengan prasarana pendukung, area belakang gedung itu sendiri juga sudah terdapat pintu yang menghubungkan dengan Gedung Teater.

“Saya sangat bangga dengan hasil pembangunan Gedung Kebudayaan ini. Siapa sangka apabila gedung yang sangat megah ini hanya dibangun dengan biaya Rp 18 miliar. Ini sesuai ekspektasi dan tentunya sangat luar biasa. Gedung ini harus dikelola dengan sebaik - baiknya untuk bisa dimanfaatkan masyarakat," tandasnya.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait