Peringati Hari Jadi ke- 81 Jatim, Mas Ibbin Optimistis Kota Blitar Jadi Kota Masa Depan

Selasa, 20/10/2026 - 10:05
Upacara Bendera Peringatan Hari Jadi Jawa Timur ke- 81 di Halaman Kantor Wali Kota Blitar, Senin 12 Oktober 2026. (Foto : Ist.)

Upacara Bendera Peringatan Hari Jadi Jawa Timur ke- 81 di Halaman Kantor Wali Kota Blitar, Senin 12 Oktober 2026. (Foto : Ist.)

Klikwarta.com | Kota Blitar – Peringatan Hari Jadi ke- 81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Blitar untuk memperkuat komitmen pembangunan dan mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

 

Di tengah semangat Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibbin optimistis Kota Blitar akan terus tumbuh menjadi kota masa depan yang maju, sehat, dan sejahtera.

 

Optimisme tersebut disampaikan Mas Ibbin seusai memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke- 81 Provinsi Jawa Timur di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Senin (12/10/2026).

 

Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB itu berlangsung khidmat dengan nuansa budaya daerah melalui penggunaan Pakaian Khas Jawa (PKJ).

 

Dalam kesempatan tersebut, Mas Ibbin membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan, penguatan daya saing daerah, serta pemerataan manfaat pembangunan bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

“Kota Blitar saya kira kota yang terus akan berkembang dan terus maju menjadi kota masa depan,” tegas Mas Ibbin.

 

Menurutnya, semangat pembangunan Jawa Timur harus menjadi energi bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi, memperkuat potensi wilayah, dan menghadirkan kesejahteraan yang semakin merata. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Blitar untuk mewujudkan kota yang Maju, Sehat, dan Sejahtera menuju Kota Masa Depan.

 

Mas Ibbin juga menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang pembangunan Jawa Timur. Ia menilai provinsi ini memiliki sejarah besar sekaligus posisi strategis dalam menopang perekonomian nasional.

 

“Jawa Timur merupakan salah satu provinsi terbesar di Nusantara dan mempunyai kesejarahan yang sangat luar biasa. Para tokoh dan gubernur terdahulu telah meletakkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang sangat strategis secara nasional,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kekuatan Jawa Timur tidak hanya terletak pada sejarahnya, tetapi juga pada produktivitas sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, dan industri. Berbagai sektor tersebut menjadi penopang penting bagi ketahanan pangan, distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi nasional.

 

“Jawa Timur memiliki capaian yang luar biasa, terutama dalam ketahanan pangan, perdagangan, dan perindustrian. Hasil pertanian, perkebunan, serta industri turunannya menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi utama dalam menyokong kebutuhan pangan dan industri nasional,” kata Mas Ibbin.

 

Sementara itu, dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa tema Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan merupakan cerminan tekad untuk meningkatkan kualitas pembangunan melalui inovasi, transformasi, dan penguatan daya saing di berbagai sektor.

 

Pembangunan, menurut Khofifah, tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan harus tercermin dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari akses pendidikan dan pelayanan kesehatan hingga kesempatan kerja serta kualitas lingkungan hidup.

 

Arah pembangunan tersebut diperkuat melalui program Nawa Bhakti Satya, yang mencakup sembilan prioritas pembangunan Jawa Timur di bidang kesejahteraan, ketenagakerjaan, konektivitas, pertanian, pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan, harmoni sosial, dan kelestarian lingkungan.

 

Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak pada Kesejahteraan

Sejumlah indikator yang disampaikan dalam sambutan gubernur menunjukkan perkembangan perekonomian Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2026 tercatat sebesar 5,84 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,45 persen.

 

Pada periode yang sama, data yang dipaparkan mencatat tingkat kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 9,06 persen dan tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026 sebesar 3,42 persen. Adapun realisasi investasi Jawa Timur mencapai Rp72,7 triliun.

 

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan ke depan. Namun, pertumbuhan ekonomi juga perlu diikuti dengan pemerataan kesempatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

 

Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas manfaat pembangunan.

 

Mas Ibbin mendorong penguatan akses Tol ke Kota Blitar. Selain penguatan sektor ekonomi, Mas Ibbin menyoroti pentingnya konektivitas antarwilayah sebagai salah satu faktor penentu percepatan pembangunan Jawa Timur, khususnya di kawasan selatan.

 

Menurutnya, infrastruktur transportasi yang semakin baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang investasi baru. Konektivitas juga dapat memperkuat daya saing daerah dengan menghubungkan potensi ekonomi lokal ke pasar yang lebih luas.

 

Dalam konteks tersebut, Mas Ibbin berharap pengembangan infrastruktur strategis, termasuk akses jalan tol menuju wilayah Blitar, mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan regional.

 

“Kota Blitar merupakan salah satu daerah di wilayah selatan Jawa Timur yang belum terlewati jalan tol. Kami berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat memprioritaskan penguatan akses tersebut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Blitar,” ungkapnya.

 

Harapan itu mencerminkan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur agar wilayah selatan Jawa Timur memiliki peluang yang semakin besar untuk berkembang. Bagi Kota Blitar, konektivitas yang lebih baik diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi, memperkuat sektor perdagangan dan pariwisata, serta meningkatkan daya tarik investasi.

 

Menutup pernyataannya, Mas Ibbin menyampaikan harapan agar Jawa Timur terus berkembang dan mempertahankan peran strategisnya dalam pembangunan nasional.

 

“Selamat ulang tahun ke- 81 untuk Jawa Timur. Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara,” pungkasnya.

Berita Terkait