Wamenkeu Juda: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

Rabu, 14/10/2026 - 21:19
Wamenkeu Juda Agung

Wamenkeu Juda Agung

Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal ini tercermin dari aliran dana masuk yang signifikan ke instrumen keuangan Indonesia hingga awal Oktober 2026. Meskipun terjadi arus keluar pada instrumen saham, aliran dana masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tetap kuat, dengan akumulasi lebih dari Rp200 triliun. 

“Hal ini menunjukkan kepercayaan investor internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia,” ungkap wamenkeu saat menghadiri acara UOB Indonesia Economic Outlook 2027, pada Rabu (14/10), di Jakarta. 

Kepercayaan investor tersebut didukung oleh kinerja ekonomi domestik yang tetap tangguh. Pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 5,5%, dengan inflasi di September sebesar 3,28% dan pertumbuhan investasi pada triwulan II mencapai hampir 7%.

Wamenkeu Juda mengungkapkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah terus mengoptimalkan APBN sebagai instrumen perlindungan masyarakat sekaligus pendorong ekonomi. Hingga September 2026, defisit APBN tercatat sebesar 1,24% terhadap PDB, sementara penerimaan negara tumbuh lebih dari 25%. Namun demikian, kenaikan harga minyak global diperkirakan mendorong defisit APBN 2026 menjadi 2,85% terhadap PDB, lebih tinggi dari target awal 2,68%.

Memasuki 2027, pemerintah menargetkan defisit APBN sebesar 2,4% terhadap PDB dan pertumbuhan ekonomi 6%. Untuk mencapai sasaran tersebut, kebijakan fiskal diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, reformasi perpajakan, hilirisasi industri, transformasi digital, dan pengembangan ekonomi hijau.

Wamenkeu menambahkan, pemerintah juga memperkuat sinergi APBN, Danantara, dan sektor swasta untuk mendorong investasi serta industrialisasi. APBN difokuskan pada pelayanan publik dan prioritas pembangunan, sementara Danantara mendukung investasi strategis yang diharapkan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.
    
“Keduanya diharapkan bersinergi untuk mendorong hilirisasi dan industrialisasi, dengan sektor swasta sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi,” tutup Wamenkeu Juda.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait