Jadi Desa Terbaik ke-6 di Indonesia, Desa Kota Bani Penuhi Indikator Dimensi Ekonomi, Sosial dan Ekologi

Desa Kota Bani Terima Penghargaan
Desa Kota Bani Terima Penghargaan
Kominfo Mukomuko
Polda-SMSI Bengkulu.
Polda Bengkulu

Klikwarta.com, Bengkulu Utara - Desa Pasar Baru Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara menjadi desa terbaik ke-6 dari 100 desa terbaik di Indonesia. 

Ada beberapa hal yang menjadi faktor menjadikan Desa Kota Bani menduduki peringkat ke-6 di Indonesia itu, diantaranya, Desa Kota Bani berhasil memenuhi indikator dimensi ekonomi, Sosial dan juga Ekologi. 

Berdasarkan pemeringkatan atas Indeks Desa Membangun dari 74.957 desa yang ada di Indonesia, Desa Kota Bani meraih skor tertinggi dari indikator dimensi ekonomi yaitu tersedianya pelayanan dasar masyarakat dalam hal sarana pendidikan, sarana kesehatan, modal sosial dan pemukiman.

Prestasi ini dicapai Desa Kota Bani sebagai hasil dari pemanfaatan dana desa yang diterima sejak tahun 2015. Bagi Desa Kota Bani, dampak yang paling terasa dari hasil pemanfaatan dana desa ini adalah adanya peningkatan kualitas pendidikan. Dari 6 Paud yang ada di Desa Kota Bani, Paud Mekar Jaya yang merasakan langsung menerima bantuan dana dari Kemendes PDTT.

"Beberapa bulan yang lalu PAUD Mekar Jaya ini ada satu lokal (gedung) yang ambles lantainya. Alhamdulilah kita dibantu dari Dana Desa Kota Bani untuk memperbaiki lantai itu”, ujar Kepala Sekolah PAUD Mekar Jaya, Ni Dewi Ambaryani beberapa waktu lalu.

Selain perbaikan gedung, tenaga pendidik di Paud Mekar Jaya yang berjumlah 4 orang, juga turut merasakan efek dari bantuan ini, yaitu dalam bentuk insentif perbulan yang sudah mereka terima sejak dua tahun terakhir. Hal ini tentunya mendorong semangat mereka dalam menjalankan tugasnya yang otomatis akan memperbaiki kualitas pendidikan yang diberikan pada para muridnya.

Tak heran mengapa PAUD Mekar Jaya jadi favorit warga sekitar, bahkan warga desa tetangga sekitar Desa Kota Bani, yang juga mendaftarkan anak mereka ke PAUD Mekar Jaya.

PAUD Mekar Jaya juga menerima hadiah sebagai juara kedua lomba sekolah sehat tingkat kabupaten. Sekolah sehat ini diartikan sebagai sekolah yang bersih nyaman, dan memiliki lingkunga sekolah yang baik untuk anak-anak ketika mereka berada di sekolah. Hal ini bisa dicapai Paud Mekar Jaya dari hasil renovasi dan peningkatan kesejahteraan para staf pengajar.

“Nyaman, jauh dari jalan raya, tidak ada kebisingan. Guru selalu datang duluan dan pulang paling akhir. Sehingga lebih giat dan semangat (anak-anak). Jadi meningkatkan kualitas pendidikan anak”, ungkap salah satu wali murid PAUD Mekar Jaya, Zaenudin.

Bantu Menekan Angka Kemiskinan Desa

Prestasi yang diraih Desa Kota Bani ini tidak terlepas dari penurunan tingkat kemiskinan warganya sejak 2015 lalu. Kepala desa Kota Bani, Zaidin mengungkapkan bahwa angka kemiskinan warga desanya terus menurun sejak menerima bantuan Dana Desa.

Tercatat pada tahun 2015 ada 120 kepala keluarga (KK) yang masuk dalam kategori pra sejahtera. Angka ini menurun tiap tahunnya, di tahun 2016 menurun menjadi 105 KK, di tahun 2017 menjadi 81 KK, dan di tahun 2018 menjadi 63 KK.

“Angka kemiskinan semakin lama semakin berkurang di desa kota bani. Ini menjadi fokus kami untuk membuat 63 KK pra sejahtera menjadi sejahtera”, ungkap Zaidin.

Ke depannya, Desa Kota Bani berencana untuk membangun drainase sepanjang 4 kilo lebih dan membuat program penanaman kelapa sawit yang menjadi produk unggulan Desa Kota Bani.

Dua rancangan program ini diharapkan dapat menuntaskan angka kemiskinan di Desa Kota Bani.

Desa Kota Bani Terima Penghargaan

Prestasi yang diraih Desa Kota Bani diapresiasi oleh Kemendes PDTT. Melalui Bupati Bengkulu Utara Ir H Mian, Desa Kota mendapat penganugerahan desa terbaik dalam acara penyerahan dan penghargaan Desa terbaik dan pedamping Desa terbaik Nasional tahun 2018 Kemendes PDTT di Hotel Sultan Jalan Gatot Subroto Kota Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sundjojo mengatakan sesuai amanah UU No 6 dan program Nawacita ke-3, bahwa membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan.

“Sejak tahun 2014 pemerintah telah mengucurkan Dana Desa, walaupun saat itu Indonesia telah menjadi kekuatan ekonomi No 18 di dunia, akan tetapi masih terdapat hampir 30 ribu desa tertinggal dan lebih dari 27 juta masyarakat miskin yang mayoritas ada di desa dan 37,2 persen anak-anak kita beresiko stunting”, ujarnya.

Menurutnya, Dana Desa (DD) hingga saat ini telah banyak membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur desa.

“Ketersediaan infrastruktur tersebut akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa melalui inovasi-inovasi baru”, jelasnya.

Sementara Bupati Bengkulu Utara Ir H Mian dalam kesempatannya menyampaikan ucap syukur, karena dua desa di Provinsi Bengkulu yang masuk dalam daftar 100 desa terbaik di Indonesia, salah satunya menduduki peringkat ke-6 dari 100 desa terbaik di Indonesia. Menurut Bupati Mian, Penghargaan tersebut dari prestasi atas percepatan pembangunan, juga atas penggunaan Dana Desa secara efektif untuk pembangunan maupun pemberdayaan desa.

Bupati Mian menegaskan, menjadi juara bukanlah suatu tujuan utama, namun bisa mensejahterakan masarakat di desanya menjadikan prioritas utama dalam tujuan pembangunan seutuhnya.

“Terima kasih kami ucapkan pada para kepala desa yang telah berjuang membangun desanya hingga menjadi lebih baik”, tandasnya. (MC Bengkulu Utara)

Dibaca: 63 kali

Related News