Ketua TP PKK Kabupaten Blitar Venina Rahmat Santoso Lantik Ketua TP PKK Kecamatan, Pengukuhan Bunda PAUD dan Sertijab Ketua TP PKK Kecamatan yang Lama ke yang Baru. (Foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com, Kabupaten Blitar - Bupati Blitar Rini Syarifah meminta Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Kecamatan makin berinovasi dalam rangka kontribusi berupaya pencegahan angka kasus stunting.
Permintaan Rini ini ia sampaikan kepada TP PKK tingkat Kecamatan menyusul serah terima jabatan (sertijab) ketua lama kepada ketua yang baru telah dilakukan. Kolaborasi TP PKK dengan Bunda PAUD untuk mencegah stunting Rini perlukan agar kecepatan dan ketapatan penanganan stunting berjalan dengan baik.
"Saya berharap ada komitmen bersama dalam peningkatan peran aktif kader menggerakkan individu, keluarga dan masyarakat. Tim Penggerak PKK juga harus mampu merepresentasikan program yang kritis terhadap kesetaraan gender, menonjolkan progresif, inovatif dan kreatif," jelas Bupati Rini di acara Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan dan Pengukuhan Bunda PAUD serta sertijab ketua lama ke ketua baru TP PKK Kecamatan, Senin (13/2/2023) di Pendopo Ronggo Hadinegoro.
"Tim Penggerak PKK harus mampu menyinergikan program organisasi ini dengan program yang ada dalam skema pemerintahan. Termasuk meningkatkan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dalam pelaksanaannya dapat diintegrasikan dengan kegiatan posyandu," sambungnya.
Menurutnya, tantangan bagi kader gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di era modernisasi ini semakin berat. PKK harus lebih responsif terhadap permasalahan di masyarakat, baik yang terkait bidang kesehatan, sosial, terutama masalah stunting. Indonesia termasuk Kabupaten Blitar terus berjuang agar bebas stunting.
Diketahui pula, bahwa percepatan penurunan stunting menjadi prioritas pembangunan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Angka prevalensi stunting secara nasional ditargetkan dapat turun menjadi 14 persen di tahun 2024.
Di Kabupaten Blitar, lanjut Rini, prevalensi stunting saat ini mencapai angka 14,5 persen dan ditargetkan turun menjadi 8,6 persen pada tahun 2024. Untuk Tahun 2022, penurunan angka stunting hanya 0,2 persen sehingga menjadi 14,3 persen.
"Ini artinya, kita masih harus kerja keras lagi demi mencapai target penurunan. Dengan dilantik dan dikukuhkannya ibu-ibu semua, merupakan awal bagi ibu-ibu semua segera melangkah, lebih dinamis mengemban amanah memajukan program kegiatan PKK dan PAUD yang saudara bina," tukasnya.
(Pewarta : Faisal NR)








