Menteri Ekraf Ajak AMSI Perkuat Industri Media Digital dan Inovasi AI

Kamis, 29/10/2026 - 19:04
Menteri Ekraf Ajak AMSI Perkuat Industri Media Digital dan Inovasi AI

Menteri Ekraf Ajak AMSI Perkuat Industri Media Digital dan Inovasi AI

Klikwarta.com, Surabaya - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengakselerasi industri media digital nasional melalui pengembangan usaha penerbitan, inovasi produk, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Langkah strategis ini ditegaskan lewat pengampuan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 58120 tentang Penerbitan Surat Kabar, Rekaman Musik, dan Penerbitan Digital di bawah naungan Kementerian Ekraf.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara kunci dalam Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (28/10). Konferensi tahunan yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) ini mengusung tema _Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI and Content Creator_ untuk merumuskan masa depan industri media di tengah eksponensial teknologi digital.

“Media digital tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari industri kreatif. Media memiliki posisi strategis untuk mempertemukan karya dan talenta kreatif dengan publik, jenama, investor, serta pasar yang lebih luas. Karena itu, kami siap berkolaborasi dengan AMSI untuk memperkuat keberlanjutan industri media digital,” ujar Teuku Riefky.

Pengampuan KBLI 58120 menjadi pijakan awal Kementerian Ekraf dalam membangun ekosistem usaha penerbitan yang sehat melalui tiga fokus utama: pembenahan tata kelola dan model bisnis, inovasi produk serta monetisasi digital, dan peningkatan kapasitas SDM media. Pengampuan ini berfokus penuh pada aspek industrialisasi dan keberlanjutan usaha penerbitan, tanpa sedikit pun mengintervensi ranah regulasi jurnalistik maupun kemerdekaan pers.

Menghadapi masifnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), Teuku Riefky menegaskan pentingnya menempatkan kreativitas manusia sebagai inti penciptaan karya sekaligus memperketat perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). AI harus diposisikan sebagai alat penunjang produktivitas dan pendorong inovasi karya jurnalistik, bukan pengganti peran insan media.

Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika menjelaskan bahwa IDMC 2026 dirancang untuk menjawab tantangan fundamental industri. Konferensi yang dihadiri sekitar 400 peserta dari kalangan pengelola media, akademisi, pelaku usaha, agensi, hingga pemerintah ini berfokus merumuskan solusi atas disrupsi model bisnis, adaptasi AI, dan strategi komunikasi krisis.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya verifikasi, konteks, dan etika tanggung jawab media guna menjaga kepercayaan publik di era AI. Saat ini terdapat 87 media siber terverifikasi Dewan Pers di Jawa Timur yang siap mendukung keberlanjutan ekosistem digital.

“Pemerintah tidak bisa sendirian menjaga ruang digital. Ekosistemnya harus dijaga bersama, pemerintah, media, konten kreator, akademisi, masyarakat, dan seluruh aspek. Kami berharap IDMC 2026 melahirkan rumusan konkret yang bisa langsung dijalankan. Jika rumusan itu membutuhkan tempat untuk diuji, Jawa Timur siap menjadi ruang uji kolaborasinya,” ujar Sherlita.

Penguatan industri media digital juga berkaitan dengan agenda ekonomi kreatif global dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026. Forum tersebut menghadirkan perwakilan 82 negara dan tujuh organisasi internasional serta menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy, yang didukung 38 kepala delegasi untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif global yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan AMSI dan para pemangku kepentingan, Kementerian Ekraf berharap industri penerbitan semakin adaptif dalam menghadapi perubahan teknologi, mengembangkan model bisnis, dan meningkatkan nilai ekonomi produk kreatif. Upaya ini diharapkan memperkuat keberlanjutan usaha media sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia. (**) 

Berita Terkait