Pj Wali Kota Tanjung Pinang Hasan
Klikwarta.com, Tanjungpinang - Tingkatkan kemampuan SDM dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Penjabat (Pj.) Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, S.Sos membuka pelatihan pertolongan pertama psikologis dan pendampingan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kegiatan untuk peningkatan kapasitas sumber daya lembaga penyedia layanan penanganan bagi perempuan korban kekerasan kewenangan tersebut dilaksanakan di hotel Aston, Selasa (21/5).
Hasan menyampaikan bahwa pertolongan pertama psikologis atau Psychological First Aid adalah rangkaian tindakan yang diberikan kepada seseorang untuk menguatkan kondisi psikisnya saat menghadapi peristiwa traumatis, sekaligus edukasi terkait penerapan kode etik perlindungan dari kekerasan eksploitasi seksual.
"Dengan pelatihan ini dimaksudkan bagaimana sebagai petugas kita apat memberikan rasa aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk kekerasan, serta memberikan perlindungan kepada korban kekerasan seksual. Selain itu pelatihan pendampingan korban TPPO, memberikan pemahaman terhadapg korban serta pelaku dalam tindak pidana TPPO sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat bagi korban," jelasnya.
Ditambahkannya, dengan pelatihan ini sebagai upaya untuk menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak juga perdagangan orang.
"Dimana kasus TPPO dan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan sebuah fenomena gunung es yang harus diselesaikan secara bersama-sama antara pemerintah dengan seluruh komponen masyarakat yang ada. Kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan termasuk masalah dari sebagian kecil dari kasus yang terjadi di tengah masyarakat," sebut Hasan.
Menurut Hasan, pada pelatihan ini akan dijelaskan bagaimana peran kita semua sebagai masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Dan melalui pelatihan yang didapatkan hari ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan dan menularkan ilmu kepada keluarga dan lingkungan RT/RW masing-masing, serta menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk bersama-sama memberikan perhatian pada upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan, anak dan TPPO. Dan apabila menemukan kasus di masyarakat agar segera melaporkannya ke UPTD PPA Kota Tanjungpinang sehingga korban dapat didampingi, ditangani lebih cepat dan tepat," pungkasnya.
Kepala DP3APM kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto, ATD., S.E., M.Si, menambahkan, peserta yang mengikuti diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan nilai dan keterampilan dalam melakukan manajemen kasus.
"Yaitumampu memberikan tindakan dan menguatkan kondisi psikis korban dalam menghadapi peristiwa traumatis, dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada korban kekerasan seksual, serta mampu memberikan pendampingan dan penanganan kasus korban TPPO," jelasnya.
Peserta pada kegiatan ini berjumlah 135 orang yang terdiri dari petugas UPTD PPA Kota Tanjungpinang, PUSPAGA Kota Tanjungpinang, Guru tingkat SD dan SMP Kota Tanjungpinang, relawan SAPA perwakilan tiap Kelurahan, Puskesmas Se-kota Tanjungpinang, serta anggota babinsa dan bhabinkamtibnas perwakilan tiap kelurahan.
Turut menjadi narasumber, Meli Puspita Sari,S.Psi, Psikolog Klinis, Sudirman Latif, SE, Konselor dan Mediator PUSPAGA GURINDAM Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Marlia Saridewi, MM, Fasilitator Pemerhati Anak, Ernila, S. Psi, Psikologis Klinis.
Kontributor : Surya/Adv








