Kadispar Bintan Wan Rudi
Klikwarta.com, Bintan -Terkait penutupan rute penerbangan dari dan menuju Cina akibat mewabahnya virus corona, memukul kunjungan wisatawan asing ke Bintan.
Wan Rudi mengatakan, kunjungan wismannya saat ini turun 35 persen. "Turis Cina itu porsinya sekarang 35 persen dari total wisman yang datang. Setelah adanya larangan penerbangan dan adanya imbauan dari Pemerintah Cina pada 29 Januari, turis Cina sama sekali tidak ada atau nol persen," ujar Kadispar Bintan Wan Rudi saat dihubungi wartawan pada rabu 5 Februari 2020.
Ini berdampak pada hotel-hotel bintang tiga yang umumnya menjadi langganan agen paket tur turis Cina. Menurut Rudi, ada sekitar empat hotel yang saat ini okupansinya melorot 90% .
"Hotel kini telah mengurangi pekerja harian atau day worker lantaran sepi kunjungan. Untuk menyiasati hotel-hotel bangkrut lantaran penutupan penerbangan dari dan menuju Cina, Rudi meminta pemerintah pusat menggairahkan kegiatan di sektor MICE atau meeting, incentive, covention, dan exhibition ke Bintan", harapnya.
"Pertemuan dengan kementerian dan pemda diadakan di Bintan. Sebab, kondisi ini diperkirakan terjadi sampai 4 bulan ke depan", jelas Rudi.

Adapun untuk mengganti porsi kunjungan turis Cina yang mencapai 35 persen, Dinas Pariwisata Bintan kini tengah menggencarkan promosi ke negara-negara lain yang potensial menarik wisman. Misalnya ke Singapura dan Malaysia.
Kedua negara itu memiliki kedekatan geografis dengan Bintan sehingga lebih mudah menarik wisman dari sisi akses. Cara lain, pemerintah daerah juga akan menggenjot kunjungan turis dalam negeri atau wisatawan domestik yang saat ini jumlahnya belum maksimal.
"Kami lihat harga-harga tiket pesawat domestik sudah turun. Jadi kami akan genjot kunjungan turis domestik," ujarnya.
Pada 2019, kunjungan wisatawan ke Bintan mencapai 1,4 juta. Jumlah wisatawan asing tercatat 750 ribu. Sekitar 35 persen berasal dari Cina dan 65 persen sisanya didominasi oleh turis dari Singapura dan Malaysia. Sedangkan kunjungan wisatawan domestik hanya 650 ribu. (Surya)








