Bank UMKM Jatim Catat Laba Rp36,8 Miliar, NPL Turun Jadi 7,54%

Sabtu, 28/02/2026 - 17:00
Bank UMKM Jatim Catat Laba Rp36,8 Miliar

Bank UMKM Jatim Catat Laba Rp36,8 Miliar

Klikwarta.com, Surabaya - Capaian kinerja PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim tahun 2025 menunjukkan perbaikan. Hal itu disampaikan kepada Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur di Malang, 27 Februari 2026. 

Direktur Utama PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad membeberkan, kinerja tahun 2025 menunjukkan perbaikan yang signifikan. Dimana laba sebelum pajak tercatat Rp36,829 miliar atau tumbuh 31,29 persen secara year on year. 

"Di saat yang sama, kualitas aset juga membaik, tercermin dari penurunan NPL gross dari 9,94 persen menjadi 7,54 persen dan ditargetkan di angka 5 persen pada tahun 2026,” ujarnya.

Irwan menyebut pada 2023 terjadi tekanan laba sebagai dampak penyesuaian kolektibilitas kredit restrukturisasi Covid-19 sesuai ketentuan OJK. Namun pada 2025, rasio profitabilitas dan efisiensi kembali membaik, dengan ROA meningkat menjadi 1,00 persen dan BOPO turun menjadi 90,71 persen.

Menurutnya, dari sisi penyaluran kredit, 93,65 persen atau Rp3,109 triliun disalurkan ke sektor produktif dengan total 54.697 nasabah. Sektor perdagangan menjadi penerima terbesar (35,15 persen), disusul pertanian (20,84 persen) dan peternakan (8,60 persen). Total nasabah kredit Bank UMKM Jatim mencapai 59.503 debitur.

“Ini menunjukkan komitmen kami dalam menjalankan amanat Gubernur Jatim Ibu Khofifah untuk terus mendukung pelaku UMKM di Jatim dengan pembiayaan yang terjangkau,” kata Irwan. 

Bank UMKM Jatim juga terus memperkuat dukungan terhadap program strategis Pemprov Jawa Timur melalui Kredit Prokesra, Dagulir, serta Paket Kredit Petani Jawa Timur (PKPJ). Hingga akhir 2025, total plafon tersalur Kredit Prokesra mencapai Rp2,231 triliun kepada 58.347 debitur, sementara PKPJ tersalur Rp860,745 miliar kepada 28.538 debitur.

Sebagai BUMD milik Pemprov Jatim, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga terus meningkat. Setoran dividen untuk tahun buku 2025 yang akan dibayarkan pada 2026 tercatat Rp13,072 miliar, meningkat 35,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara kumulatif sejak 2002 hingga 2025, total PAD yang telah disetorkan mencapai Rp163,436 miliar.

Dalam forum tersebut, Irwan juga menyampaikan rencana penguatan permodalan melalui tambahan modal sebesar Rp500 miliar. 

Alokasi tersebut direncanakan untuk mendukung ekspansi kredit dan penguatan struktur pendanaan (Rp350 miliar), penguatan infrastruktur dan digitalisasi layanan (Rp50 miliar), serta memperkuat likuiditas (Rp100 miliar).

“Kami memandang evaluasi Pansus sebagai kepedulian DPRD dan merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan akuntabilitas BUMD. Bank UMKM Jatim berkomitmen menjaga kinerja yang sehat, memperluas akses pembiayaan UMKM, serta memastikan setiap dukungan permodalan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Irwan.

Untuk diketahui, Bank UMKM Jatim saat ini didukung 32 kantor cabang, 132 kantor kas, serta 1.154 pegawai yang tersebar di seluruh Jawa Timur, dengan fokus utama pada penguatan ekonomi mikro, kecil, dan menengah. (**) 

Berita Terkait