Indonesia Bidik Tuan Rumah Asia’s Got Talent, Kementerian Ekraf Ungkap Efek Ganda

Jumat, 19/06/2026 - 13:28
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi Freemantle Indonesia membahas potensi penyelenggaraan ajang pencarian bakat Asia’s Got Talent di Indonesia, Jakarta, Kamis (18/6/2026)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi Freemantle Indonesia membahas potensi penyelenggaraan ajang pencarian bakat Asia’s Got Talent di Indonesia, Jakarta, Kamis (18/6/2026)

Klikwarta.com, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kerja sama dengan Fremantle Indonesia yang mengupayakan Indonesia sebagai lokasi produksi program Asia’s Got Talent. Wamen Ekraf Irene Umar menilai potensi penyelenggaraan ajang pencarian bakat tingkat Asia itu akan memperluas dampak bagi ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Kalau Indonesia terpilih menjadi lokasi produksi, ini bukan hanya tentang sebuah program televisi, tetapi kesempatan untuk memperkenalkan budaya, destinasi, dan talenta kreatif Indonesia kepada audiens internasional. Yang dijual bukan hanya acaranya, tetapi pengalaman Indonesia secara utuh,” ujar Wamen Ekraf di Autograph Tower, Jakarta, Kamis (18/6).

Wamen Ekraf juga menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan strategis sebagai lokasi produksi, mulai dari set up area yang menawarkan keindahan alam dan latar visual yang kuat, biaya produksi yang relatif lebih terjangkau, hingga kualitas tenaga kerja dan ekosistem kreatif yang dinilai kompetitif, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Kombinasi tersebut menjadikan Indonesia tidak hanya menarik sebagai lokasi syuting, tetapi juga sebagai pusat produksi konten berskala global yang efisien dan bernilai tinggi secara visual maupun ekonomi.

Wamen Ekraf menambahkan, kehadiran produksi berskala internasional dapat menciptakan efek berganda bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari fesyen, kriya, kuliner, hingga layanan kreatif pendukung yang terlibat selama proses produksi berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Direktur Fremantle Indonesia, Sakti Parantean, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengupayakan agar Indonesia menjadi lokasi produksi Asia’s Got Talent yang akan ditayangkan ke berbagai negara di Asia. Program tersebut saat ini masih berada dalam tahap penentuan lokasi dengan sejumlah negara lain sebagai kandidat tuan rumah.

“Kami ingin membawa Asia’s Got Talent ke Indonesia karena ini bukan hanya tentang produksi sebuah program, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia kepada jutaan penonton di Asia. Melalui program ini, kami ingin menampilkan keragaman budaya Indonesia sekaligus menunjukkan kapasitas industri kreatif dan produksi Indonesia kepada audiens regional,” ujar Sakti Parantean.

Sakti menjelaskan program tersebut direncanakan melibatkan sekitar 400 peserta dari 15 hingga 20 negara atau teritori Asia, serta mendatangkan ratusan kru produksi, media, delegasi, dan pemangku kepentingan industri kreatif internasional. Kehadiran mereka dinilai dapat menciptakan dampak ekonomi langsung sekaligus memperluas eksposur Indonesia di pasar regional.

Wamen Ekraf juga menegaskan bahwa Kementerian Ekraf siap mendukung proses ini melalui fasilitasi komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk InJourney, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta instansi pemerintah dan pemangku kepentingan lain yang diperlukan. Dukungan lintas sektor ini diharapkan dapat memperlancar kesiapan Indonesia sebagai lokasi produksi berskala internasional.

“Kami terbuka untuk membantu menghubungkan dengan berbagai mitra yang relevan dan menjajaki peluang kolaborasi yang memungkinkan. Harapannya, inisiatif ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” kata Wamen Ekraf.

Kementerian Ekraf memandang kehadiran produksi internasional seperti Asia’s Got Talent sejalan dengan upaya menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, perluasan akses pasar bagi talenta kreatif Indonesia, serta penciptaan nilai ekonomi yang lebih luas bagi daerah dan pelaku usaha kreatif. (**) 

Tags

Berita Terkait