Bersama 1.000 Penyandang Disabilitas, Mendikdasmen Gaungkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Kamis, 13/08/2026 - 18:46
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti

Klikwarta.com, Yogyakarta - Pelataran Istana Gedung Agung hingga kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta menjadi panggung utama hadirnya kesetaraan pada Rabu, (12/8). Pada momen ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menghabiskan waktunya bersama para murid berkebutuhan khusus (ABK).

Sejak pagi saat mengunjungi SLB Tunas Bhakti dalam rangka peresmian revitalisasi sekolah hingga sore hari, Menteri Abdul Mu’ti terus membaur bersama ratusan penyandang disabilitas dalam puncak acara Suara Inklusi. Kehadiran tersebut menjadi wujud komitmen untuk memastikan setiap anak bangsa, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu dan setara.

Di Titik Nol Kilometer, 1.000 penyandang disabilitas menggerakkan jemari secara serentak membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menggunakan bahasa isyarat. Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X bersama Alya, perwakilan teman tuli, memimpin aksi tersebut.
 
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh warga negara merupakan amanat konstitusi, termasuk bagi warga negara dengan kelainan fisik, intelektual, sosial, dan kondisi lainnya yang berhak memperoleh pendidikan khusus.
 
Sesuai dengan Amanah Konstitusi Undang-Undang Dasar Pasal 31 disebutkan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 juga menyebutkan pasal 5 ayat (1) dan (2) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu. Ayat yang kedua menyebutkan warga negara memiliki kelainan fisik, kelainan intelektual, kelainan secara sosial dan kelainan yang lainnya berhak mendapatkan pendidikan khusus.
 
“Atas dasar itu semua, sesuai dengan asta cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan partisipasi semesta. Kami berusaha menghadirkan pendidikan yang aksesibel yang bisa diakses oleh siapa saja. Pendidikan yang fleksibel, yang mudah dijangkau, pelayanan yang bisa memenuhi semuanya, dan pendidikan yang _affordable_ yang dapat dijangkau biayanya baik dengan dukungan pemerintah maupun dukungan masyarakat,” ujar Mendikdasmen, di Yogyakarta, Rabu (12/8).
 
Lebih lanjut, Menteri Abdul Mu’ti meneguhkan komitmen Kemendikdasmen untuk mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan untuk seluruh anak Indonesia. “Siapapun mereka, di mana pun mereka berada. Dan semangat kemerdekaan inilah yang ingin kita tumbuhkan terus sebagai bagian dari spirit kami dalam melaksanakan amanah konstitusi mendukung program asta cita Bapak Presiden untuk Indonesia Emas 2045,” tambah Mendikdasmen.
 
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, komunitas, dan masyarakat dalam menghadirkan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, kesempatan yang terbuka dapat membantu anak-anak menunjukkan kemampuan yang selama ini belum terlihat.
 
“Seringkali yang menjadi hambatan bukanlah keterbatasan yang dimiliki seseorang, melainkan cara pandang kita. Ketika masyarakat membuka pintu kesempatan, ketika sekolah memberikan ruang belajar yang setara, ketika dunia kerja memberikan kepercayaan, dan ketika lingkungan menerima setiap orang dengan hormat, maka kemampuan yang selama ini tersembunyi akan tumbuh dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ucap Siti Hediati Soeharto.
 
Selain itu, pada momen ini pemerintah juga menyerahkan kartu Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan secara simbolis. Program revitalisasi Kemendikdasmen tahun 2025 telah menjangkau 46 satuan pendidikan di DIY senilai Rp71,3 miliar. Secara nasional, program tersebut telah menyentuh 1.609 sekolah senilai Rp2,02 triliun hingga Juli 2026.
 
Rangkaian kegiatan Suara Inklusi hasil kolaborasi Kemendikdasmen, Pemerintah Provinsi DIY, dan Pemerintah Kota Yogyakarta ini dilanjutkan dengan peninjauan pameran karya seni siswa disabilitas. Dari kebersamaan sepanjang hari di Yogyakarta, terekam pesan kuat bahwa kemajuan bangsa ditentukan oleh kemampuan seluruh elemennya untuk berjalan berdampingan dan saling menguatkan. (**) 

Berita Terkait