Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun melakukan peninjauan Autis Center
Kota bengkulu, Klikwarta.com - Demi menyusun Pengembangan Program Pendidikan Daerah yang akan dilaksanakan, Pejabat wali Kota Bengkulu Budiman Ismaun tijau Autis Senter yang berlokasi di Jalan Irian Tanjung Jaya Kota Bengkulu Kamis (5/4/2018).
"Sebagai tolak ukur dalam menyusun program, maka harus dilakukan peninjauan gedung pelayanan autis itu sendiri", teran Budiman Ismaun.
Budiman menambahakan dari hasil survey lokasi yang dilakukannnya, sarana dan prasarana autis center sudah cukup bagus baik itu dari sisi gedung dan tenaga terapis yang ada di Autis Senter. Namun masih banyaknya masyarakat Kota Bengkulu yang belum mengetahui keberadaan gedung yang dibangun pada tahun 2014 tersebut karena itu Pejabat Wali Kota Budiman berharap agar sosialisasi dapat dilakukan oleh pihak terkait supaya banyak masyarakat yang megantarkan anaknya untuk terapi di Autis Senter.
"Kepada Masyarakat Kota Bengkulu, silahkan melakukan pengobatan di Autis Senter masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan Autis Senter ini", terang Budiman.
Selain meninjau pusat layanan autis, Budiman juga cek keberadaan Sekolah luar Biasa (SLB) yang berada satu komplek dengan autis center. Menurutnya, fasilitas bangunan sekolah tersebut masih perlu perbaikan.
“Untuk SLB sendiri fasilitas masih kurang, karena itu butuh banyak penambahan baik itu ruangan dan peralatan komputer,” jelasnya.
Bukan hanya dari fasilitas bangunan Budiman juga mengatakan bahwa jumlah tenaga pendidik yang ada di SLB sendiri masih kurang. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar ada rekrutmen guru untuk mengajar di sekolah yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.
“Saya sudah minta Kepala BKD agar rekrutmen guru SLB diperbanyak karena saat ini baru tiga PNS di sini,” jelasnya.
Kepala Layanan Anak Berkebutuhan Khusus Autis Center Bengkulu Darlan Hamidi mengakui bila masih sedikit masyarakat yang mengetahui keberadaan pusat layanan tersebut. Padahal, ada banyak hal yang bisa dilayani di sana.
“Saat ini peserta terapi kita ada 42 anak, dari 42 itu hanya 6 anak yang autis. Jadi memang kita tidak hanya melayani yang autis saja, tapi berkebutuhan khusus lainnya juga bisa,” tuturnya.
Sejauh ini ia menyampaikan, jumlah tenga terapis yang ada di sana mencapai 32 orang. Mereka ini terdiri dari tenaga ahli medis, psikolog, fisioterapi terapis dan medis.
“Jumlah peserta terapi pasang surut. Padahal pembiayaannya gratis”, sambungnya.
Sementara itu, Kepala SLB Autis Center, Wardani mengungkapkan saat ini SLB di sana hanya ada untuk peserta didik tingkat SD dan SMP. Dia berharap kedepannya ada penambahan hingga tingkat SMA.
“Seharusnya sampai SMA supaya sistem pendidikannya bisa nyambung,” Tutup Wardani. (Adv)








