JPKP DPD Kaur Angkat Bicara Soal Tumpukan Kayu Log Pondok Pusaka

Rabu, 30/05/2018 - 06:29
Tumpukan Kayu Log Pondok Pusaka

Tumpukan Kayu Log Pondok Pusaka

Klikwarta.com, Kaur - Selasa 29 Mei 2018 tumpukan kayu log berbagai ukuran dan nama kayu terlihat begitu banyak di tempat penumpukan kayu (TPK) Pondok Pusaka Padang Kempas Bintuhan Kabupaten Kaur.

Usaha kayu log dari hutan alam terus terjadi, yang disinyalir geluti oleh CV Marantika ini telah di kontrol pejabat Dinas LHK Bengkulu, bagian lingkungan dan penegakan hukum.

Keterang warga Kaur, Reza selaku pemerhati lingkungan, menuturkan, Polhut Balai Gakkum Sumatera seksi wilayah lll Palembang, Polhut/PPNS Dinas LHK Bengkulu, telah turun ke lokasi bersama-sama dengan Direktur CV Marantika An Syamsurial dan sejumlah Awak Media Kaur, melakukan investigasi beberapa waktu yang lalu, bahwa pembalakan kayu hutan alam di duga menyasar di dalam hutan penyangga (HPT) air sambat. Mirisnya lagi saat akan dilakukan lacak balak (cek tunggul) tidak jadi, dengan alasan mobil dinas LHK Bengkulu tidak sanggup melewati medan jalan, sehingga kami selaku penunjuk jalan menimbulkan pertanyaan, ada apa dan kenapa....?

Kegiatan pembalakan kayu log yang diduga dilakukan oleh CV Marantika yang katanya bekerjasama dengan perkebunan PT CBS tersebut diduga melanggar UU No 37 Tahun 2014 Tentang Konserpasi tanah dan Air. Karena Hutan DAS dan hutan Sub DAS (Hutan Anak Sungai) diduga sudah banyak yang Gundul.

Reza menambahkan "Dugaan kerusakan lingkungan ada indikasi ilegal Loging oleh CV Marantika, sehingga kerusakan lingkungan menjadi parah," tegasnya.

Muhtadin "Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan JPKP DPD kabupaten Kaur", angkat bicara melihat tumpukan kayu di TPK sangat banyak sehingga
Menjadi teka teki....?

Bahwa kayu log di TPK Pondok Pusaka diduga tidak melulu dari lokasi perizinan CV Marantika, dan dugaan kayu log diambil di areal DAS maupun sub DAS. Sehingga wajar saja saat hujan di Aliran Sungai sangat mudah banjir.

"Saya berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Pusat dan sekitar Istana Negara,supaya di usut tuntas, saya sangat miris melihat kerusakan hutan dan lingkungan di Kabupaten Kaur," tegas Tadin.

Hingga berita di onlinekan, Direktur CV Marantika belum bisa di hubungi awak klikwarta.com. (Sulek)

Tags

Berita Terkait