Mendengar Rintihan Pengelola Destinasi Wisata di Blitar yang Ketahui Besok Pariwisata Ditutup Lagi

Selasa, 18/05/2021 - 15:52
Potret Aktivitas Pariwisata di Kolam Renang Penataran Blitar, Selasa (18/5/2021). Foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar

Potret Aktivitas Pariwisata di Kolam Renang Penataran Blitar, Selasa (18/5/2021). Foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar

Klikwarta.com Blitar - Mengetahui per hari Rabu, 19 Mei 2021 besok destinasi wisata di kabupaten Blitar kembali ditutup hingga 24 Mei 2021 oleh pemerintah, pengelola kolam renang penataran Wahyudi mengaku prihatin.

Namun begitu, pria yang akrab disapa Yudi ini tidak saja menerima kebijakan dari pemerintah ini begitu saja.

Setelah menerima konfirmasi lisan dari Bupati Blitar Rini Syarifah ketika melakukan sidak di kolam renang penataran Selasa, 18 Mei 2021 pagi terkait pemberlakuan penutupan kembali destinasi pariwisata, ia langsung konsultasi dengan dinas terkait agar diberikan kelonggaran tetap membuka aktivitas pariwisata dengan sejumlah catatan yang pro terhadap pencegahan Covid-19.  

"Setelah diberi tahu ibu Bupati kalau besok tutup lagi tentu kami prihatin. Karena kolam renang ini milik pemerintah daerah, kita ya mengikuti. Tetapi kami kasihan pedagang disini yang kemarin ada SE mendadak instruksi suruh tutup, mereka terlanjur kulakan banyak akhirnya mau ndak mau gak jadi jualan, kasihan," akunya kepada Klikwarta.com Selasa (18/5/2021).

"Saya tadi sudah koordinasi dengan dinas terkait supaya diusahakan kita tetap bisa buka dengan penjagaan atau protokol yang ketat. Misalnya, satu kolam diisi perenang maksimal 20 orang. Mudah-mudahan nanti ada jawaban yang pasti dari dinas pariwisata," imbuhnya. 

Mencoba menerima sikap dari pedagang di kawasan kolam renang penataran perihal diberlakukannya kembali penutupan sementara destinasi wisata, salah seorang pedagang makanan dan minuman, Luluk Mulkhayadi, turut berprihatin atas kebijakan pemerintah ini yang menurutnya memberatkan penerimaan omsetnya. 

Luluk meminta pemerintah daerah memikirkan kembali atas kebijakan yang akan dilakukan itu. Dia menghendaki kegiatan pariwisata di kolam renang penataran tetap dibuka dengan pembatasan sosial yang lebih ketat dan terukur. Itu menjadi pintanya agar perekonomian perdagangannya tetap berjalan lancar. 

"Sebelum pandemi sehari-hari penghasilan saya lima ratus ribu bahkan lebih. Kalau saat pandemi dibawah dua ratus ribu. Dengan kondisi seperti ini pastinya sangat memberatkan pedagang-pedagang disini seperti saya," curahnya kepada Pewarta Klikwarta.com.

Terpisah, Kabid Kelembagaan dan Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pemkab Blitar Arinal Huda mengatakan, penutupan sementara kembali destinasi pariwisata di kabupaten Blitar pada 19-24 Mei 2021 besok merupakan rangkaian diberlakukannya kembali PPKM mikro ke- 6.

Huda menyatakan, pengelola destinasi wisata di kabupaten Blitar memperbolehkan membuka aktivitas pariwisatanya dengan sejumlah syarat. Salah satu syarat ini adalah tidak ada zona merah di lingkungan RT/RW destinasi wisata tersebut.

"Pengelola pariwisata bisa proaktif berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait supaya agenda pencegahan Covid-19 di kabupaten Blitar berjalan baik," tukasnya. 

(Pewarta : Faisal NR)        

Berita Terkait