Sekdakab Trenggalek, Drs Edy Soepriyanto, saat memberikan arahan pada kegiatan pelaksanaan, musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Trenggalek di Pujasera Desa Sambirejo Kecamatan Trenggalek, Selasa (14/2/2023) (Foto: Hardi Rangga klikwarta.com).
Klikwarta.com, Trenggalek - Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Edy Soepriyanto, hadiri pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Trenggalek Tahun 2023 di pujasera Desa Sambirejo, Selasa (14/2/2023).
Pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Trenggalek Tahun 2023 ini dihadiri, Sekdakab Trenggalek, Forkopimcam Trenggalek, Kades dan Lurah wilayah Kecamatan Trenggalek, serta Ormas, PWI Trenggalek, Kepala Dinas.
Dalam hal ini diawali pemaparan permasalahan di Kecamatan Trenggalek, serta penentuan usulan perencanaan pembangunan Tahun 2024, serta diakhiri diskusi tanya jawab.
Selanjutnya, Sekdakab Trenggalek, Edy Soepriyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi di Kecamatan Trenggalek ini sebenarnya sudah dari tahun Ketahun sama, seperti yang terjadi di Kelurahan Tamanan, Kelutan, serta desa - desa lainya.
"Permasalahan seperti di Kelurahan Tamanan, Kelutan, ini terjadi setiap Tahun ada banjir serta dalam penanganannya kita terkendala pada aset dan kewenangan. Bencana banjir ini terjadi kita menilai karena adanya pendangkalan sungai," tuturnya.
Dia menambahkan, "seperti yang terjadi di kali Temon Desa Ngares, setiap hujan saya selalu kesana dan ternyata benar antara sungai dengan jalan hampir rata sehingga setiap hujan pasti air sungai meluber kejalan", imbuhnya.
Untuk menyikapi bencana banjir ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, untuk menangani permasalahan banjir.
Lebih lanjut, "menangani banjir di Desa Ngares saat ini Sungai Temon, sudah dilakukan normalisasi dibantu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, serta PT yang mengerjakan proyek Bendungan Bagong", tandasnya.
"Dilakukannya normalisasi sungai Temon, ini juga menimbulkan permasalahan baru yaitu jalan Desa menjadi rusak berat, sehingga kita akan mencarikan solusinya", pungkasnya.
Pewarta : Hardi Rangga








