Bupati Trenggalek Apresiasi 11 Perempuan Nyatakan Keluar Dari KPM PKH

Minggu, 19/02/2023 - 19:27
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama Novita Hardini, saat menghadiri gebyar PKH di halaman Kantor Kecamatan Karangan, Minggu (19/2/2023).

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama Novita Hardini, saat menghadiri gebyar PKH di halaman Kantor Kecamatan Karangan, Minggu (19/2/2023).

Klikwarta.com, Trenggalek - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengapresiasi 11 perempuan asal Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, karena berani menyatakan graduasi secara mandiri atau keluar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, Minggu (19/2/2023).

Sesuai data yang ada, sebanyak 4.919 KPM PKH yang graduasi tahun 2023 ini. Dari angka itu, dua ratusan KPM yang menyatakan graduasi mandiri dari program sosial PKH. Sedangkan di Kecamatan Karangan, dari 248 PKM PKH yang graduasi, 11 PKM menyatakan graduasi secara mandiri. 

Dalam kegiatan gebyar PKH di halaman Kantor Kecamatan Karangan, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, hadir bersama istri Novita Hardini, serta bangga kepada 11 perempuan yang berani menyatakan graduasi itu. 

"Saya bangga terhadap 11 wanita Kecamatan Karangan, yang berani menyatakan lulus secara mandiri berarti mereka sudah memiliki pendapatan, karena sebelumnya belum berpendapatan sekarang sudah berpendapatan," ungkapnya.

Dalam hal ini ada diantaranya yang berbisnis secara online, berjualan kebutuhan rumah tangga seperti sayur. Kemudian ada juga yang tadi kita tanya, terus bilang berdagang makanan seperti nasi bungkus dan yang lainnya. "Saya doakan usaha ibu-ibu ini lancar dan sukses," tegasnya.

Dia berharap, KPM PKH bisa memanfaatkan bantuan yang diterima dengan baik. Memenuhi kebutuhan keseharian maupun biaya sekolah anak. Sedangkan kalau ada sisa diharapkan bisa ditabung. "Saya minta sisakan untuk bisa merintis usaha. Dengan begitu kita harapkan bisa graduasi juga," pesannya.

Ditempat yang sama, Novita Hardini, juga mendorong KPM PKH di Kabupaten Trenggalek, semakin berdaya.  "Saya ingin nanti memberikan kelas pemberdayaan bagi Keluarga Penerima Penerima Manfaat (KPM) PKH agar berpeluang lebih berdaya. Tidak perlu modal yang besar namun bisa lebih berdaya bagi keluarga," ungkapnya.

"Tadi ada yang menjual hasil pertanian yang dijual secara on line. Pengetahuan berjualan secara online menurut saya sangat diperlukan bagi PKM PKH," imbuhnya. 

Graduasi dalam program sosial PKH sendiri ada 2, mandiri  dan reguler. Yang dimaksud graduasi mandiri dimana PKM PKH itu secara sadar merasa dirinya sudah mampu dan minta dikeluarkan dari penerima bantuan sosial. 

Yang kedua adalah graduasi reguler. Dimana dilakukan graduasi karena ada verifikasi dari pendamping, setelah diverifikasi KPM itu ternyata sudah masuk dalam kategori yang sudah mampu, sehingga diusulkan untuk dikeluarkan dari PKM PKH. 

Selanjutnya, Plt. Kepala Dinas Sosial PPPA, dr. Ratna Sulistyowati dalam kegiatan Gebyar PKH itu menambahkan, untuk graduasi mandiri pemerintah mencoba berikan apresiasi dalam kegiatan ini. Diharapkan dengan begitu  nantinya bisa menjadi pemicu KPM PKH lain yang sudah mampu untuk melakukan hal yang sama. 

"Walaupun mereka sudah masuk graduasi bukan berarti kita sudah melepaskan pengawasan terhadap mereka. Jadi mereka akan kita ikutkan dalam program program pelatihan dan juga kita lakukan pemantauan, sehingga kita yakin yang graduasi ini betul-betul mandiri. Jangan sampai mereka di graduasi  akhirnya masuk lagi dalam kategori miskin," tandasnya. 

(Pewarta: Hardi Rangga)

Berita Terkait