Bupati Blitar Rini Syarifah Hadiri Rakor Pendamping Desa Lintas Kabupaten (Foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com, Kabupaten Blitar - Bupati Blitar Rini Syarifah membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Zona VI Tenaga Pendamping Profesional / Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD), Sabtu (18/3/2023) di Pendopo Ronggo Hadinegoro.
Di hadapan pendamping desa Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Malang ini Bupati Rini menekankan pentingnya menjalin sinergitas yang sehat dalam membangun desa melalui kolaborasi kerja dengan baik. Sustainable Development Goals (SDGs) juga ia bicarakan bagaimana cita-cita SDGs bisa diwujudkan.
"Saya meminta kepada TPP P3MD untuk terus mengawal proses pemutakhiran SDGs Desa sehingga mencapai 100 persen. Untuk itu saya berharap rapat koordinasi antar kabupaten seperti ini sangat penting dilakukan dan bisa berkelajutan. Sehingga sinergitas dan kolaborasi tetap terjaga, termasuk jika timbul masalah bisa diselesaikan secara bersama-sama. Intinya, rakor seperti selain menjadi ajang silaturahmi juga sharing knowledge," jelasnya.
Dikatakannya, tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) disepakati oleh 193 negara di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 25 September 2015. SDGs menggambarkan agenda universal yang berlaku dan harus dilaksanakan oleh semua negara, termasuk Indonesia.
SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai pada Tahun 2030. Untuk skor SDGs di Kabupaten Blitar selama tahun 2022 yakni 42,67 persen. Artinya, kerjas keras seluruh pemangku kebijakan ditingkatkan lagi dan bersama-sama mewujudkan desa tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera serta tujuan SDGs lainnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut Rini berharap kepada seluruh kader agar meningkatkan kapasitas, akuntabilitas pemerintahan desa dan pembangunan desa, supaya desa meningkatkan prakarsa, kesadaran dan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan desa yang partisipatif.
"Saya juga menekankan tentang transparansi. Ajak seluruh desa untuk transparan dalam pengelolaan keuangan. Libatkan masyarakat mulai dari perencanaan program atau kegiatan sampai eksekusi kegiatan. Karena seluruh yang dilakukan hanya untuk masyarakat," katanya.
"Saya ingin seluruh masyarakat desa yang ada di Kabupaten Blitar bukan hanya sebagai penonton, namun menjadi bagian perencana dan pelaku pembangunan baik fisik maupun non fisik yang ada di desa. Dengan harapan, marwah dari Dana Desa yakni mewujudkan desa mandiri segera terwujud. Karena Dana Desa adalah stimulus sekaligus spirit untuk membangun desa," tandas bupati yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar itu.
Informasi lebih lanjut, pada acara rakor ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, staf ahli, asisten dan kepala perangkat daerah terkait, seluruh Tenaga Pendamping Profesional / Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Malang dan Kabupaten Tulungagung.
(Pewarta : Faisal NR)








