Oknum Kades Dalangi Perampokan Sadis, Diringkus Polisi di Kediamannya

Rabu, 19/02/2020 - 03:19
Konferensi pers menghadirkan oknum Kades (tengah) yang menjadi dalang perampokan Selasa (18/2/2020)
Konferensi pers menghadirkan oknum Kades (tengah) yang menjadi dalang perampokan Selasa (18/2/2020)

Waspada Corona

Klikwarta.com, Sumatera Selatan - Seorang oknum Kepala Desa Inisial EL (47) diringkus polisi karena diduga menjadi dalang dalam perampokan sadis di beberapa lokasi lintas kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan. 

Kasus ini terungkap berawal dari penyidikan pihak tim Polres OKU Timur bersama Jatanras Polda Sumsel. Dalam penyidikan itu, polisi berhasil menangkap pelaku perampokan inisial Ag (28) dan Ma. 

Keduanya ditangkap dilokasi berbeda, Ag yang merupakan warga Desa Melati Agung, Kecamatan Semendawai Timur ditangkap di kawasan Bekasi pada Senin (10/02/2020). Sementara Ma warga Desa Cahya Tani Kuta Pandan Dusun 3/RT 006, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKU Ilir ditangkap di Desa Pelawi (daerah pegunungan) Wilayah OKU Selatan. 

Saat ditangkap keduanya dihadiahi timah panas dibagian kakinya karena mencoba melawan petugas.

Selanjutnya, pada Minggu (16/02/2020) sekira pukul 02.00 WIB, oknum Kades EL berhasil ditangkap dikediamannya karena diduga berperan mendalangi perampokan serta ikut menjual dan menikmati hasil dari perampokan di sejumlah lokasi di Kabupaten OKU Timur.

Kapolres Oku Timur AKBP Erlin Tang Jaya SH, SIK didampingi Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade Putra dan Kasubag Humas Iptu Yuli mengatakan, komplotan perampok sadis ini didalangi oknum Kades, terdiri dari sejumlah kelompok anggota komplotan lainnya.

Sebelum melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku tersebut, polisi sudah menangkap komplotan perampok yang saat ini masih menjalani hukuman diantaranya MI, EK, RI, AR, GU dan BA. Mereka terlibat perampokan terhadap toke Kopi di Kota Pagar Alam. 

"Sementara komplotan perampok lainnya, Ag, TM, NR, SI, AT, JI, YW, AW, SO, hingga saat ini masih DPO", ungkap Kapolres, Selasa (18/02/2020) saat ekspos tiga tersangka perampokan sadis tersebut.

Lanjut Kapolres, komplotan ini terlibat beberapa aksi kejahatan (Perampokan) di wilayah Hukum Polres Oku Timur. Diantaranya :

1. Terhadap korban H. Bustan (54) warga Desa Tanjung Kukuh Rt 04/Rw 02 kecamatan Semendawai Barat, dimana dalam peristiwa yang sempat menghebohkan masyarakat OKU Timur itu, korban dirugikan uang sebesar Rp 100 juta dan perhiasan emas senilai 100 Suku. Peristiwa terjadi pada 29 November 2016 sekira pukul 03.00 WIB, tercatat dengan laporan korban pada LP-B/28/XI/2016/OKUT/CMPK TGL 29 November 2016.

2. Terhadap korban Baniah (62) warga Desa Tegal Sari RT 01/ RW 03 kecamatan Belitang 11 pada Selasa 13 Oktober 2015 sekira pukul 02.00 WIB. Korban dirugikan uang sebesar Rp 15 juta dan perhiasan emas senilai 5 Suku, terlapor pada LP-B/12/X/2015/OKUT/BLT 11.TGL13 Oktober 2015.

3. Terhadap korban Soleh Hadi alias Sule (42) warga Desa Karang Menjangan, kecamatan Semendawai Timur. Korban dirugikan uang sebesar Rp 30 juta dan satu unit kendaraan sepeda motor jenis Mega Pro serta barang-barang berharga lainnya, tercantum dalam laporan LP-B/12/VI/2015/SUMSEL/OKUT/SEK.SS 111,TGL 30 Juni 2015.

4. Terhadap korban Tarudin (56) warga Desa Melati Jaya, kecamatan Semendawai Timur pada Rabu 27 Agustus 2014 sekira pukul 03.00 WIB. Korban dirugikan uang sebesar Rp 47 juta serta satu unit kendaraan bermotor.

5. Terhadap korban Suwendi warga Desa Karang Menjangan, kecamatan Semendawai Timur pada 17 Februari 2016 sekira pukul 03.00 WIB. Korban dirugikan satu unit kendaraan bermotor jenis Vixion, sesuai laporan korban tercatat LP-B/03/11/2016/SUMSEL/OKUT/SEK.SS 111,TGL 17 Februari 2016.

Terpisah, menanggapi masalah oknum Kades jadi dalang perampokan itu, Bupati Oku Timur HM Kholid Mawardi menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Ia meminta penegak hukum untuk memproses oknum kades yang ditangkap tersebut sesuai aturan hukum. 

"Tidak ada toleransi bagi siapapun termasuk kades yang melanggar hukum", ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan,perampokan merupakan tindak pidana yang harus diproses hukum. "Kita serahkan pada proses hukum, nanti jika setatusnya sudah jelas, kita angkat Pjs Kades," katanya. (Pewarta Aliwardana)

Related News

Loading...
loading...