Ratusan Hektar Lahan Sawah Lubuk Gedang Terancam Alih Fungsi

Kepala Desa Lubuk Gedang Sahrilludin
Kepala Desa Lubuk Gedang Sahrilludin

Klikwarta.com, Bengkulu Utara - Banjir bandang yang terjadi di sungai lais sejak 2017 masih menyisakan masalah bagi petani Desa Lubuk Gedang. Jaringan irigasi di beberapa titik putus total sehingga menyebabkan ratusan hektar sawah tidak mendapatkan air. Pengairan sawah tersebut tidak bisa dialiri sungai Lais karena bendungan air untuk mengalir di sawah rusak diterjang banjir.
 
"Saluran irigasi terputus total di beberapa titik dan material banjir bandang ini mengaliri lebih dari 200 hektar lahan pertanian di Desa Lubuk Gedang Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara. 50 hektar lahan pertanian adalah milik kelompok tani subur harapan (lubuk beringin). Seperti yang kita lihat saat ini puluhan hektar sawah tidak ubahnya seperti sungai kering", ujar Janawir salah satu warga setempat.  

w

Ditempat terpisah Sahrilludin, Kepala Desa Lubuk Gedang mengatakan untuk produksi pertanian berjalan baik kesediaan air secara berkelanjutan harus bisa dijamin dengan adanya pasokan air yang berkesinambungan.  

"Kinerja sektor agriculture setidaknya akan berlangsung dengan baik di sisi hulu namun sayangnya itu masih menjadi persoalan di Desa Lubuk Gedang", ujar Sahrilludin, Senin (13/5/2019).

e

Ia mengharapkan pemerintah daerah maupun pusat lakukan pemeliharaan jaringan irigasi di Desa Lubuk Gedang, "Luas lahan kita lebih kurang 200 hektar tapi luas tersebut nantinya tetap ada yang lolos alih fungsi jika pemerintah tidak segera melakukan perbaikan", ujarnya. 

t

Karena menurut dia pemkab membiarkan ratusan hektar lahan terlindungi bahkan lahan tersebut menjadi area cadangan pertanian yang berkelanjutan, jadi ke depan ratusan hektar lahan sawah di Desa Lubuk Gedang bisa beralih fungsi, bisa jadi untuk perkebunan karet dan sawit. Diketahui area persawahan Desa Lubuk Gendang dalam 2 tahun terakhir ini tidak bisa difungsikan ditambah dengan banjir bandang tahun 2019. (Suradi)  

Related News