RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Kini Punya Unit Pelayanan Cuci Darah untuk Penderita Gagal Ginjal

Rabu, 30/11/2022 - 08:29
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, saat meninjau ruangan unit pelayanan dialisis Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar, Selasa (29/11/2022).
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, saat meninjau ruangan unit pelayanan dialisis Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar, Selasa (29/11/2022).

Klikwarta.com, Karanganyar - Rumah Sakit Pembinaan Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah Karanganyar berkomitmen terus meningkatkan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat.

Kini rumah sakit tersebut telah memiliki unit pelayanan dialisis untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan penanganan cuci darah bagi penderita gagal ginjal.

Ketua Pimpinan Wilayah  Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, mengatakan bahwa dengan bertambahnya unit pelayanan kesehatan tersebut diharapkan dapat lebih memberikan pelayanan yang lebih prima bagi masyarakat.

"Rumah sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar ini sendiri sangat dinamis, baik secara bangunan dan fasilitas yang ada maupun untuk pelayanannnya. Maka, dengan bertambahnya unit pelayanan, semoga PKU Muhammadiyah Karanganyar semakin mampu untuk memberikan pelayanan yang lebih prima untuk meningkatan kesehatan masyarakat," ungkapnya kepada wartawan, saat ditemui di sela acara Launching Pelayanan Dialisis di rumah sakit tersebut, Selasa (29/11/2022).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar Muhamad Samsuri, menyampaikan bahwa di samping pengembangan unit pelayanan kesehatan yang sudah ada, keberadaan unit pelayanan dialisis di rumah sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

"Alhamdulillah, dari waktu ke waktu PKU Muhammadiyah Karanganyar dapat terus menambah unit pelayanan. Semoga dengan adanya unit pelayanan dialisis ini, semakin mendukung PKU Muhammadiyah Karanganyar dalam memberikan pelayanan yang terbaik sehingga tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Direktur RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Aditya Nurcahyanto, menjelaskan bahwa penyediaan unit layanan dialisis di rumah sakit tersebut sangat diperlukan. Hal tersebut mengingat karena selama ini rata - rata pasien penderita gagal ginjal di Kabupaten Karanganyar harus dibawa ke rumah sakit di Kota Solo untuk mendapatkan penanganan hemodialisa.

"Maka penyediaan pelayanan dialisis di PKU Muhammadiyah Karanganyar ini adalah untuk lebih mendekatkan serta mempermudah akses bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan terkait penanganan hemodialisa. Saat ini, kami sudah memiliki 10 mesin hemodialisa," paparnya. 

Aditya menambahkan, selain penanganan pasien gagal ginjal melalui hemodialisis, pihaknya juga melayani penanganan cuci darah bagi pasien gagal ginjal melalui Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), yaitu pelayanan dialisis yang tanpa memerlukan mesin pencuci darah. 

"Tetapi, nantinya pasien juga harus melalui seleksi karena tentunya juga akan ada kriteria pasien yang harus kita bekali dengan pengetahuan melalui pelatihan terlebih dahulu. Sehingga, mereka bisa melakukan dialisis sendiri di rumah. Misalnya, seperti untuk penggantian cairan dialisis yang mana cairan tersebut akan difilter di dalam lapisan yang ada di rongga perut pasien dan ada alat yang terpasang seperti infus," jelasnya.

Saat ini, kata Aditya, sudah ada sebanyak 9 pasien gagal ginjal yang antri untuk melakukan cuci darah dengan hemodialisis dua kali kali dalam sepekan. Sejumlah pasien tersebut adalah peserta BPJS Kesehatan.

"Layanan dialisis tersebut akan beroperasi mulai 1 Januari 2023 mendatang. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perluasan  maupun meningkatkan kualitas  pelayanan yang prima bagi masyarakat," pungkasnya.   

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Related News