Saling Ejek di Medsos, Tawuran di Bogor Sebabkan Pelajar Tewas

Selasa, 28/01/2020 - 10:07
Rakor antisipasi tawuran pelajar
Rakor antisipasi tawuran pelajar

Bogor, Klikwarta.com – Polresta Bogor memproses hukum 20 pelajar SMA dan SMK yang terlibat tawuran dalam tiga kali tawuran selama sepekan terakhir.
Hal itu diungkapkan Kapolresta Bogor Kombes Pol Hendri Fiuser usai rapat koordinasi antisipasi tawuran pelajar bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (27/01/2020) kemarin.

Hendri Fiuser menjelaskan, dalam sepekan terakhir, ada tiga kali tawuran pelajar, yakni pada Selasa (21/1) di Jalan Tumenggung Wiradireja Kelurahan Cimahpar Bogor Utara yang mengakibatkan seorang pelajar putus tangannya. Dari tawuran ini, polisi menangkap sembilan pelajar pelaku tawuran.

Tawuran pelajar juga terjadi di dua lokasi. Pada Sabtu (25/1) di Kelurahan Tanah Baru Bogor Utara, mengakibatkan seorang pelajar luka. Polisi menangkap tujuh orang pelaku tawuran.

Kemudian, tawuran pelajar di Jalan RE Martadinata Bogor Tengah menyebabkan seorang pelajar tewas dan seorang pelajar lainnya luka dan di larikan ke rumah sakit terdekat. Dari kejadian tawuran pelajar ini, polisi menangkap empat pelajar pelaku tawuran.

Menurut Hendri, pelajar pelaku tawuran yang menggunakan senjata tajam menyebabkan pelajar lainnya luka dan meninggal dunia, diancam hukuman penjara tujuh tahun atau lebih. “Karena ancaman hukumannya di atas lima tahun, terhadap para pelajar dilakukan penahanan,” katanya.

Hendri menambahkan, berdasarkan UU Anak, pelaku tawuran yang menyebabkan orang lain terluka dan bahkan meninggal dunia, tapi karena karena usianya di bawah 18 tahun, akan diberlakukan peradilan anak.

Hasil pemeriksaan polisi, menunjukkan bahwa motif para pelajar tawuran adalah karena saling ejek di media sosial, hingga mengarah untuk janjian tawuran.

Berbeda disampaikan orang tua M (korban pembacokan dalam aksi tawuran di daerah Cimahpar), menurutnya, anaknya menjadi korban salah sasaran dalam aksi tawuran pelajar tersebut. Sebab saat kejadian berlangsung, anaknya itu baru selesai mengerjakan tugas sekolah di warung internet.

”Kalau kata temannya, anak saya itu terjebak di antara dua kelompok pelajar yang sedang tawuran sambil membawa sajam. Dia ditarik hingga jatuh dan terkena sabetan benda tajam,” katanya.

Ia mengaku setiap hari anaknya selalu pulang tepat waktu. Biasanya setelah pulang dari sekolah, ketika tidak ada tugas sekolah yang harus diselesaikan, dia pun sering membantu ayahnya menjaga parkiran.

”Dia biasanya kalau pulang sekolah langsung pulang. Anaknya baik, suka bantu bapaknya kerja. Karena kemarin dia ngerjain tugas dulu, jadi pulang jelang malam,” ucapnya.

Orang tua M berharap tidak ada lagi kejadian tawuran di Kota Bogor, dan pelakunya segera ditangkap.

”Penginnya ditindak tegas, ditangkap. Karena kadang yang nggak tahu apa-apa malah jadi korban,” tutupnya.

Sementara Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, Pemerintah Kota Bogor mendukung Polresta Bogor Kota melakukan proses hukum agar ada sanksi tegas.

“Dari beberapa kali tawuran pelajar di Kota Bogor, ada sejumlah pelaku tawuran yang ditangkap polisi, untuk diproses hukum,” katanya.

(Pewarta : AA Muhammad Haris)

Related News

Loading...

pers

loading...