500 Atlet Meriahkan UKT Taekwondo Depok, Uji Teknik dan Mental

Sabtu, 28/02/2026 - 23:38
Ketua KONI Kota Depok, Herry Suprianto foto bersama Pengcab Taekwondo Depok

Ketua KONI Kota Depok, Herry Suprianto foto bersama Pengcab Taekwondo Depok

Klikwarta.com, Depok - Sebanyak 500 atlet dari 20 klub mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) periode pertama tahun 2026 yang digelar oleh Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia Kota Depok.

Kegiatan berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Jalan Margonda Raya, Pondok Cina, Beji, Kota Depok, beberapa waktu yang lalu. 

UKT ini menjadi ajang evaluasi kemampuan sekaligus penguatan mental para taekwondoin setelah menjalani proses latihan di masing-masing klub. 

Materi yang diujikan meliputi poomsae (jurus), teknik pukulan, tangkisan, tendangan, kuda-kuda, kyopak (pemecahan benda keras), hingga sparing.

Sebanyak enam tim penguji diterjunkan dalam pelaksanaan ujian tersebut, terdiri atas satu penguji dari Pengurus Provinsi Jawa Barat dan lima penguji dari tingkat pengurus cabang. 

Penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap atlet memenuhi standar kenaikan tingkat sesuai jenjang sabuk.

Ketua KONI Kota Depok, Herry Suprianto, mengatakan taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga unggulan di Depok dari total 59 cabang olahraga yang ada.

Menurutnya, perkembangan taekwondo di kota ini menunjukkan tren positif berkat organisasi yang solid dan pembinaan yang konsisten.

“Perkembangan taekwondo di Depok berlangsung baik. Organisasi bagus dan prestasinya luar biasa,” ujar Herry, Sabtu (28/2)

Ia menegaskan, ujian kenaikan tingkat bukan sekadar seremoni pergantian sabuk, melainkan tahapan penting untuk mengukur kesungguhan latihan dan kedisiplinan atlet.

“Ujian kenaikan tingkat bukan semata mendapatkan sabuk baru, tetapi proses akhir untuk menguji hasil latihan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Pengcab Taekwondo Indonesia Kota Depok, Rizki Ilhamsah, menjelaskan bahwa UKT digelar sebagai sarana evaluasi materi yang telah diberikan selama masa latihan.

“Agar materi atau ilmu yang telah ditempuh selama berlatih dapat diukur. Pada UKT ini yang diuji meliputi pukulan, tangkisan, tendangan, poomsae sebagai rangkaian gerakan, kyopak, dan sparing,” jelas Rizki.

Ia menambahkan, UKT dilaksanakan dua kali dalam setahun, biasanya pada Februari dan Maret.

Dalam satu periode, jumlah peserta bisa mencapai 500 atlet, sehingga total peserta dalam setahun mendekati 1.000 orang dari berbagai klub di Kota Depok.

Rizki berharap melalui pelaksanaan UKT ini para atlet semakin termotivasi untuk berlatih lebih giat, meningkatkan kemampuan teknis dan mental, serta mampu bersaing dan meraih prestasi di berbagai kejuaraan.

“Semoga dengan UKT ini para siswa lebih semangat, menjadi pribadi yang disiplin dan tangguh, sebagai bekal meraih prestasi dan cita-cita,” pungkasnya.

(Kontributor: Arif)

Berita Terkait