Bupati Blitar Launching Udheng Cakra Palah di Festival Kresnayana ke- 6

Sabtu, 12/03/2022 - 20:38
Bupati Blitar Rini Syarifah Menegaskan Udheng Cakra Palah Nantinya Akan Menguatkan Identitas Kesenian Khas Kabupaten Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Bupati Blitar Rini Syarifah Menegaskan Udheng Cakra Palah Nantinya Akan Menguatkan Identitas Kesenian Khas Kabupaten Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Blitar - Bupati Blitar Rini Syarifah melaunching atau meluncurkan Udheng Cakra Palah di acara Festival Kresnayana ke- 6, di Amphitheater Penataran, Sabtu (12/3/2022) malam.

Bupati Rini menerangkan, Udheng Cakra Palah yang dilaunchingnya ini merupakan persembahan karya seniman Kabupaten Blitar. Udheng atau yang akrab diketahui sebagai penutup kepala ini menurutnya didesain dengan motif batik khas Kabupaten Blitar yakni Batik Cakra Palah.

Dikatakannya, Udheng Cakra Palah ini bisa dilihat sebagai sarana promosi kesenian khas Kabupaten Blitar yang menonjolkan identitas Kabupaten Blitar. Di dalam motif Udheng Cakra Palah ini, juga ditampakkan perpaduan nuansa Mataraman dan Jawa Timuran.

"Kalau dicermati disisi kanan udheng itu ada simbul Gunung Kelud, dibelakang adalah perlambang candi Palah atau candi Penataran. Sedang diatas udheng ada motif Cakra Palah, disamping kanan dan kiri udheng ada lipatan tujuh, ini sebagai simbol angka 7 yang dalam bahasa jawa disebut Pitu dikandung maksud adalah Pitulungan. Dengan harapan masyarakat Blitar selalu mendapat berkah dan limpahan rahmat Allah Subhanahuwata'ala," jelasnya.

Lebih lanjut, sambung dia, Cakra Palah terinspirasi dari relief Kresnayana yang ada di Candi Palah atau Candi Penataran dengan Surya Majapahit. Makna Cakra Palah sendiri merupakan simbol kesadaran sejati manusia akan keberadaannya sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang tidak sempurna. Sehingga, dalam perjalanan kehidupannya harus selalu berupaya untuk mencari kesempurnaan hidup sejati dengan berbuat baik kepada semua mahkluk ciptaan Tuhan.

Mengomentari dihelatnya kembali Festival Kresnayana di Kabupaten Blitar, Bupati Rini mengapresiasi kolaborasi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur yang sukses menghantarkan Festival Kresnayana masuk 10 event terbaik di Jawa Timur.

"Semoga Tahun 2023 Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur tetap menganggarkan Festival Kresnayana di Kabupaten Blitar, dapat bersinergi dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar. Dengan harapan Pergelaran Seni Budaya sebagai daya tarik sekaligus mendukung promosi pariwisata, sehingga Pariwisata di Kabupaten Blitar bisa bangkit, UMKM tumbuh, sehingga perekonomian masyarakat lebih baik dan meningkat," ungkapnya.

Diketahui, Festival Kresnayana keenam ini mengambil ceritera “The Romance of Kresna” (Tembang Katresnan Sang Narayana). Cerita ini mengisahkan Putri Kerajaan Lesanpura yang terkenal sangat cantik yaitu Dewi Setyobomo yang disayembarakan untuk dipinang raja dari berbagai negara.

Perjodohan ini tidak dikehendaki oleh Setyaboma, karena hakikatnya yang memiliki pilihan siapa raja yang pantas untuk mendampinginya kelak dalam ikatan pernikahan. Sedang pihak Kurawa mengatur strategi kekuatan untuk mendukung Baratayudha dengan berusaha menikahkan Pandita Durna dengan Setyaboma.

Namun strategi Kurawa terbaca oleh Kresna hingga akhirnya Kresna memutuskan mengikuti sayembara dan berusaha meminang Setyaboma untuk diperistri. Dengan demikian misi Kresna telah tercapai sebagai pengayom semua mahkluk di bumi untuk kedamaian abadi.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait