Bupati Blitar Tinjau MOW di RSUD Ngudi Waluyo, Berharap Program KB Terwujud

Minggu, 21/11/2021 - 14:17
Bupati Rini Saat Mengunjungi Peserta KB MOW di RSUD Ngudi Waluyo (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Bupati Rini Saat Mengunjungi Peserta KB MOW di RSUD Ngudi Waluyo (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Blitar - Bupati Blitar Rini Syarifah didampingi Sekda Kabupaten Blitar, jajaran dinas terkait dan RSUD Ngudi Waluyo, dijadwalkan meninjau pelaksanaan Metode Operasi Wanita (MOW) atau Tubektomi program Keluarga Berencana (KB) di RSUD Ngudi Waluyo, Minggu (21/11/2021).

Dengan dilaksanakannya kegiatan itu, Bupati Rini berharap program KB di Kabupaten Blitar bisa diwujudkan. Sebab, jika program KB bisa terwujud bisa membantu pengendalian laju pertumbuhan penduduk, hingga adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat karena telah memiliki konsep keluarga berencana yang tepat. 

"Jadi pemberdayaan perempuan ini karena kita harus mempunyai SDM yang bagus, maka pembatasan anak atau perencanaan ini perlu ya. Kalau kita dengan hadirnya program ini program keluarga berencana kita akan terwujud," kata bupati kepada Pewarta Klikwarta.com seusai meninjau MOW. 

Dikatakan dia, pihaknya akan mengawal progres KB MOW di Kabupaten Blitar hingga tuntas. Ini karena untuk memastikan perencanaan keluarga sejahtera bisa direalisasikan. Untuk itu, ia meminta dinas terkait bisa menyesuaikan apa yang menjadi tujuan tersebut.

Terpisah Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar Eka Purwanta menjelaskan, MOW di RSUD Ngudi Waluyo ini diikuti 175 peserta. Namun, setelah dilakukan cek medis yang lolos ikut KB MOW menjadi 146 orang peserta. 

Eka memastikan ikut KB MOW ini tidak dipungut biaya atau gratis. Tolok ukur yang boleh mengikuti KB MOW seperti mendapatkan izin dari suami dan memiliki anak dua atau lebih. 

"Bupati tadi menyapa calon peserta KB untuk menyemangati. Awalnya sasaran kita 175 setelah cek medis yang lolos hanya 146 peserta, mudah-mudahan bisa terlayani semuanya," ungkapnya. 

Eka menguraikan, diperlukan waktu kurang lebih satu jam untuk melakukan tindakan medis KB MOW. Sehingga peserta diperkenankan tidak takut atau khawatir ketikan dilakukan tindakan medis. Mengakhiri perencanaan kehamilan dengan MOW menurutnya lebih aman walau banyak varian metode KB.

"Tentunya KB banyak pilihan. Kalaupun ingin mengakhiri perencanaan kehamilan dengan steril akan lebih aman. Karena tanpa resiko, artinya mereka Insya Allah tidak punya putra lagi," pungkasnya.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait