Cara Menghitung Sistem Simulasi Asuransi

Kamis, 29/09/2022 - 14:47
ilustrasi
ilustrasi

Klikwarta.com - Sebelum memilih atau mengambil salah satu jenis asuransi sesuai kebutuhan, tentunya Anda harus mencari banyak informasi mengenai produk proteksi tersebut. Misalnya, Anda harus mengetahui manfaat asuransi jiwa atau jenis asuransi lainnya.

Kebutuhan apa yang bisa Anda pilih untuk dijadikan asuransi lebih dominan, dan bagaimana cara menghitung simulasi asuransi tersebut.

Sebelum mengetahuinya, Anda yang belum memiliki produk proteksi kendaraan bisa dapatkan asuransi mobil online terbaik. Selain itu, Anda juga yang memiliki properti bisa membeli asuransi property.

Menghitung Simulasi Asuransi

Selain mengetahui manfaat dan kegunaan dari sebuah asuransi yang Anda pilih, pastinya Anda juga ingin mengetahui dengan jelas bagaimana cara menghitung simulasi asuransi tersebut.

Khususnya simulasi dari asuransi yang bisa Anda gunakan sebagai tabungan jangka panjang ataupun investasi. Adapun 2 cara menghitung simulasi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan Pendapatan

Cara pertama melakukan simulasi adalah dengan cara mengalikan jumlah pendapatan yang ada terima saat ini dengan kenaikan gaji Anda setiap tahunnya.

2. Berdasarkan Pengeluaran

Menghitung pertanggungan atau asuransi dari pengeluaran yaitu melalui penjumlahan pengeluaran Anda saat ini dengan dikalikan nilai inflasi tahunan, dimana biasanya kurang lebih 3 sampai 4 persen besar inflasi per tahunnya.

Tips Memilih Asuransi Terbaik

Jika sudah yakin dengan manfaat dan keuntungan serta simulasi perhitungannya, saatnya Anda menentukan asuransi seperti apa yang Anda perlu ambil dan juga terbaik

Asuransi yang bisa diambil setiap orang biasanya adalah asuransi kesehatan, asuransi jiwa ataupun asuransi pendidikan.

Fungsi dari asuransi sudah dapat diketahui yaitu sebagai penjamin pendidikan, pengelola keuangan, penanggung jawab kesehatan keluarga, memberikan rasa aman ataupun melindungi ahli waris terkait beban finansial.

Tips atau cara memilih asuransi terbaik sesuai kebutuhan antara lain:

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan dan Tujuan Finansial

Sudah seharusnya Anda sebagai calon anggota yang ingin memilih asuransi mengetahui lebih dulu apa kebutuhan dan tujuan Anda terhadap asuransi.

Tidak perlu memilih semua jenis produk asuransi jika tidak dibutuhkan dan tidak sesuai dengan kondisi Anda. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan Anda sebagai prioritas dan juga hubungkan dengan tujuan finansial Anda.

2. Pilih Asuransi dengan Premi Paling Murah

Bagi Anda yang memang memiliki keterbatasan finansial bisa memilih asuransi yang menawarkan premi paling murah.

Salah satu contohnya adalah, pada asuransi jiwa, Anda bisa memilih asuransi jiwa murni yang memang memiliki nilai premi paling rendah.

3. Cari Informasi Seputar Perusahaan Asuransi

Dalam memilih sebuah produk seperti asuransi pastinya dikaitkan dengan perusahaan yang menyediakannya.

Cari informasi sebanyak-banyaknya terkait perusahaan asuransi tersebut, dan lakukan riset khusus jika diperlukan. Apakah perusahaan bidang asuransi tersebut memang sah dan resmi, serta sudah memiliki nama yang cukup dipercaya sebagai perusahaan asuransi.

4. Periksa Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi

Tidak hanya nama besar atau status, Anda perlu juga memeriksa kesehatan finansial perusahaan tersebut.

Meski memiliki nama besar, belum bisa menjamin sistem yang berjalan di dalamnya masih terorganisasi dengan baik yang berhubungan dengan masalah finansial.

5. Pilih Asuransi Berdasarkan Fasilitas

Jika Anda kebingungan memilih dua jenis asuransi yang sama dalam hal penawaran, mungkin Anda bisa memilih berdasarkan fasilitas yang tersedia pada asuransi tersebut.

Pilih fasilitas yang lebih menarik dan sesuai dengan keinginan Anda. Karena, biasanya fasilitas antara satu perusahaan asuransi dengan perusahaan asuransi lainnya memiliki sedikit perbedaan yang terlihat jelas.

6. Sudah Resmi Terdaftar di AAJI dan OJK

Karena berhubungan dengan masalah finansial, tentunya segala sesuatunya harus atas izin yang berwenang dalam masalah ini. Di mana pemerintah pun punya lembaga yang bisa mengawasi perusahaan-perusahaan tersebut secara seksama, salah satunya perusahaan asuransi.

Oleh karena itu, perusahaan seperti ini sudah seharusnya resmi terdaftar pada Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) barulah bisa dikatakan perusahaan tersebut aman dari masalah dan sengketa.

Begitulah runutan bagi seseorang yang ingin mengurus dan mendapatkan asuransi sebagai jaminan kesejahteraan hidup keluarganya kelak. Dengan begitu, Anda tidak perlu merasa khawatir terhadap hal-hal yang akan terjadi di masa akan datang. (*)

Related News