Dampak Positif Pelarangan Trawl Mulai Dirasakan Nelayan Tradisional

Ketua kerukunan nelayan Pondok Besi, Buyung
Ketua kerukunan nelayan Pondok Besi, Buyung
Polda Bengkulu

Klikwarta.com - Meski masih jadi polemik, pelarangan trawl di Bengkulu dampak positifnya sudah dirasakan para nelayan tradisional. 

Aksi demo pada (19/2) di depan kantor Gubernur Provinsi Bengkulu yang dilakukan Aliansi Nelayan Tradisional Provinsi Bengkulu (ANTB) yang menuntut nelayan trawl untuk ditindak tegas mulai ada efeknya. Sepertinya, nelayan pengguna trawl mulai berkurang. 

Dikatakan ketua kerukunan nelayan Pondok Besi, Buyung, dampak positif sangat dirasakan dari ketegasan pemerintah saat aksi demo penolakan trawl tersebut. Dimana Sekda Provinsi menegaskan akan komitmen menindak tegas nelayan pengguna trawl.

"Kami nelayan tradisional, khususnya nelayan pancing sudah mulai dapat keuntungan yang cukup lumayan dari hasil melaut. Meski belum stabil, namun alhamdulillah penghasilan mulai meningkat dari sebelumnya," kata Buyung saat ditemui media ini, Rabu (21/02/2018).

Ia mengatakan, setelah ada aksi demo tersebut, sepertinya nelayan pengguna trawl mulai ketakutan dan tidak melaut. Sehingga dirinya dapat meraup rezeki cukup lumayan. 

"Biasanya kami seharian cuman dapat 1-2 kg saja, apabila dijual hanya dapat uang Rp 30 ribu - Rp 100 ribu. Karena ikan cukup langka, bahkan kami melaut sampai 3 jam ketengah 9-10 mil masih juga tidak dapat ikan. Minyak kapal pun sudah habis hingga 10 liter lebih," sampainya.

"Sekarang, kami cukup senang, kami bisa mendapatkan ikan sedikit lebih mudah, tidak harus melaut hingga ke tengah, bahkan kami bisa dapat hasil sampai Rp 400 ribu sehari. Dengan begitu kami masih bisa menyimpan penghasilan bersih kisaran Rp 200 ribu - Rp 250 ribu," katanya.

Buyung sangat berharap, pemerintah Provinsi Bengkulu benar-benar menindak tegas nelayan trawl, sehingga nelayan tradisional di Bengkulu dapat hidup berkecukupan. Sebab, kata dia, keluarganya serta teman-teman seprofesinya sangat bergantung dari penghasilan melaut. 

"Jika ikan banyak, penghasilan kita tentu lumayan. Kami bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi," tutupnya. (Niko)

Tags
Dibaca: 36 kali
kpu

 

Related News

prov