Foto istimewa
Klikwarta.com, Tangerang Selatan, 8 Mei 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) menggelar kegiatan Penguatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) melalui Pembelajaran Mendalam bagi Fasilitator Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus menjawab berbagai tantangan pendidikan nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dalam arahannya menegaskan bahwa pembelajaran mendalam (_deep learning_) merupakan pendekatan kunci untuk mengatasi berbagai persoalan mendasar pendidikan yang dihadapi saat ini, mulai dari _learning loss_, _learning poverty_, hingga fenomena _schooling without learning_.
Ia menyoroti tantangan generasi saat ini yang menghadapi tekanan mental, rendahnya daya fokus, serta kecenderungan berpikir instan akibat budaya digital. Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter. Sehingga pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi membentuk cara berpikir, nilai, dan kepribadian peserta didik.
“Pendekatan pembelajaran mendalam berupaya memperbaiki masalah-masalah tersebut dari hulunya. Tentu ini memerlukan proses yang panjang dan kita juga tidak berpendapat bahwa ini bisa menyelesaikan masalah secara cepat. Tapi kita semua harus melihat masalah itu sebagai tantangan untuk kita bekerja lebih baik dan lebih serius lagi,” tegas Menteri Mu’ti.

Mendikdasmen dalam hal ini menekankan bahwa peran fasilitator sangat strategis sebagai pionir dalam memastikan implementasi pembelajaran mendalam berjalan efektif di lapangan. Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa hasil asesmen seperti TKA tidak boleh berhenti pada penilaian semata, tetapi harus menjadi dasar perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respons langsung terhadap capaian TKA yang masih perlu ditingkatkan, khususnya matematika dan bahasa Inggris. Hal ini menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama, salah satunya melalui penguatan pembelajaran mendalam.
Dirjen Nunuk memaparkan bahwa pelaksanaan pelatihan pembelajaran mendalam tahun 2025 menunjukkan capaian signifikan, baik dari sisi jangkauan maupun dampaknya terhadap praktik pembelajaran. Program ini melibatkan 186.160 peserta pelatihan yang terdiri atas 52.809 kepala satuan pendidikan dan 133.351 guru.
Untuk tahun 2026, Ditjen GTK melakukan penyesuaian strategi berdasarkan evaluasi pelaksanaan sebelumnya melalui penguatan implementasi pembelajaran mendalam dengan pendekatan _Teacher Experiential Training_ (TET). Pendekatan ini menekankan pembelajaran berbasis praktik, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan, sehingga menggeser fokus dari pemahaman konsep menjadi penerapan nyata di kelas.
Kegiatan ini diselenggarakan secara luring dan daring dengan partisipasi luas dari seluruh Indonesia. Sebanyak 553 peserta hadir secara luring, dan lebih dari 16.000 peserta dari seluruh provinsi hadir secara daring melalui kanal Zoom dan Youtube.
(Kontributor : Arif)








