Disnakkan Blitar Andalkan Pelatihan Budidaya Jangkrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Selasa, 12/10/2021 - 11:51
Situasi Pelatihan Budidaya Jangrik di Desa Sumberjo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Situasi Pelatihan Budidaya Jangrik di Desa Sumberjo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com Blitar - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memberikan pelatihan budidaya Jangkrik kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian.

Kepala Seksi (Kasi) Bina Usaha Peternakan Disnakkan Pemkab Blitar Eny Puspasari menjelaskan, melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pemerintah memanfaatkannya dengan mengadakan pelatihan teknis budidaya Jangrik dimana pelatihan ini masuk pada rangkaian program Pelatihan dan Jalin Mitra Ternak non Mainstream (Pejantan Anom).

Upaya pemberian pelatihan ini, menurut Eny akan bermuara pada peningkatan ekonomi dari hasil bisnis budidaya Jangrik.

Disnakkan Pemkab Blitar juga telah menghadirkan pemateri untuk mengisi kegiatan pelatihan budidaya Jangrik yang kapasitasnya dari calon inti kemitraan program Pejantan Anom, Supplier, Pembudidaya dan Pemasaran Ternak Jangkrik.

"Jadi program ini merupakan program Anti Poverty Program atau program anti kemiskinan. Sehingga peserta pelatihan yang berjumlah 20 orang warga Desa Sumberjo, Kecamatan Sanankulon ini akan mendapatkan peningkatan pendapatan ketika berbisnis budidaya Jangrik nanti. Terutama daya beli masyarakat utamanya yang tercakup di program APP ini melalui pemberdayaan usaha dan perluasan lapangan kerja berbasis ekonomi produktif dengan pola kemitraan," urai Eny dihubungi di sela kegiatan ini oleh awak media di Aula Kantor Desa Sumberjo, Selasa (12/10/2021).

Rangkaian kegiatan pelatihan budidaya Jangrik ini, lanjut dia, diantaranya motivasi kewirausahaan dan pelatihan teknis budidaya.

Setelah mengikuti pelatihan, setiap peserta oleh Disnakkan Pemkab Blitar diberi bantuan sarana pendukung berupa dua kotak Jangkrik ukuran 2,4 meter kali 1,2 meter, 1 kilogram bibit telur Jangkrik dan bantuan pakan Jangkrik berupa 10 kilogram konsentrat Ayam dan 100 kilogram konsentrat Puyuh.

"Peserta pelatihan juga kita hubungkan dengan mitra usaha sehingga terjalin hubungan kemitraan dan kita ikat dengan perjanjian kerja sama tripartit yaitu mitra, peternak dan pemerintah daerah. Jadi sebelum ini kita berikan materi pelatihan yang terdiri atas teknis budidaya Jangrik sampai manajemen pemasaran budidaya Jangrik. Semoga membawa manfaat untuk masyarakat," paparnya.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait