Hadiri Forum Dialog Ekonomi, Sekda Zulhidayat Sebut Sebagai Wadah Pertukaran Informasi Sektor Keuangan 

Selasa, 02/09/2025 - 15:45
Forum Dialog Ekonomi Sekda Zulhidayat Sebut Sebagai Wadah Pertukaran Informasi Sektor Keuangan 

Forum Dialog Ekonomi Sekda Zulhidayat Sebut Sebagai Wadah Pertukaran Informasi Sektor Keuangan 

Klikwarta.com, KotaTanjungpinang - Intress (Indonesian Treasury) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Dialog Ekonomi dan Sektor Keuangan membahas perkembangan ekonomi di daerah. Hadir Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, di Aula Gedung Kanwil DJPb Kepri, Selasa (02/9/2025). 

Intress (Indonesian Treasury) merupakan forum dialog ekonomi yang digagas oleh DJPb Kementerian Keuangan sebagai wadah pertukaran informasi dan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, serta masyarakat. Melalui forum ini, berbagai isu strategis sektor keuangan dibahas secara terbuka dan interaktif.

Dialog kali ini membahas perkembangan dan tantangan sektor keuangan, mulai dari penguatan UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, hingga kondisi perbankan dan non perbankan di Provinsi Kepulauan Riau. Melalui forum tersebut, pemerintah pusat mendorong terbangunnya koordinasi dengan daerah guna menjaga stabilitas keuangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Sekda Zulhidayat menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai sarana pertukaran informasi antara pemerintah pusat, daerah, dan para pelaku usaha. 

“Dialog ini penting untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, khususnya dalam mendorong UMKM dan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Kami berharap hasil dari pertemuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kota Tanjungpinang,” ucap Zulhidayat.

Zulhidayat juga menegaskan bahwa peran UMKM sangat besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, sehingga perlu didukung akses pembiayaan yang lebih luas dan mudah dijangkau. 

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Dengan dukungan KUR dan layanan perbankan maupun non perbankan yang inklusif, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang bisa berkembang dan membuka lapangan kerja baru,” sebutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis mengenai literasi dan inklusi keuangan, grand desain UMKM, satu data UMKM, hingga innovative credit scoring, serta sesi tanggapan, diskusi, dan tanya jawab. (*) 

Berita Terkait