Ketua Komisi D DPRD Blora Ajak Awasi Program MBG yang Telan Anggaran Besar

Jumat, 19/09/2025 - 12:22
Subroto, Ketua Komisi D DPRD Blora.

Subroto, Ketua Komisi D DPRD Blora.

Blora, Klikwarta.com - Ketua Komisi D DPRD Blora Subroto menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Komisi D pun mengajak rapat dengar pendapat dengan koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),  pada Kamis (18/9/2025) di lobi DPRD Blora.

Subroto menegaskan, keberadaan program MBG di Blora tidak melibatkan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda).

"Stakeholder yang ada sampai Dinas Kesehatan itu enggak tahu, harus seperti apa itu speknya seperti apa hampir semua tidak tahu, tidak dilibatkan sama sekali," ujar Subroto.

Selain itu juga mempertanyakan anggaran yang besar namun tidak ada yang mengawasi.

"Ini kan yo nggak wajar, iki duit negara, duit rakyat, tujuannya untuk anak-anak kita besok biar jadi pintar. Tapi kalau pengawasannya tidak ada, sekali lagi saya tekankan. BGN, tolong ini pengawasan juga harus diperhatikan," terang dia.

Diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora memanggil Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Dinas Pendidikan. 

Subroto mengatakan pihaknya memanggil kedua pihak tersebut untuk menyikapi aduan masyarakat terkait program pelaksanaan MBG yang menyasar lembaga pendidikan.

Dirinya meyakini makanan yang dibagikan kepada para siswa ada yang tidak sesuai dengan standar kandungan gizi.

Pihaknya juga mempertanyakan kandungan gizi dalam bentuk makanan yang dibagikan kepada para pelajar oleh salah satu SPPG di Blora.

Dirinya juga mengajak para anggota dewan lainnya untuk melihat MBG yang berada di daerah pemilihan mereka masing-masing.

Dari hasil pemantauan tersebut, mayoritas makanan yang didistribusikan kepada para siswa itu kandungan gizinya cenderung minimalis.

Selain menu makanan yang dianggap minimalis, pihaknya mengakui ada makanan basi yang dibagikan ke para pelajar tersebut.

"Bisa dikatakan hampir semua SPPG menunya minimalis. Rp 5.000 untungnya sudah kebanyakan. Bahkan menu basi pernah ada sampai tidak dimakan anak," katanya.

Sekadar diketahui, kuota SPPG se-kabupaten Blora sebanyak 73 dapur. Saat ini, jumlah yang sudah operasional sejumlah 48 dapur SPPG, dengan penerima manfaat sebanyak 126.632 sasaran.

Pewarta: Fajar

Berita Terkait